Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Warga “Kampung 1001 Malam” Dipindah ke Rusun Sumur Welut dan Diberi Pekerjaan

Administrator • Kamis, 20 Oktober 2022 | 20:24 WIB
Ilustrasi rusunawa. (ANTARA)
Ilustrasi rusunawa. (ANTARA)
SURABAYA - Seluruh warga kampung 1001 malam yang sebelumnya menempati bawah tol Dupak, Krembangan kini sudah direlokasi di rusun Sumur Welut, Rabu (19/10).

Setelah direlokasi warga akan mendapatkan pekerjaan. Dinas Sosial (Dinsos) kota Surabaya sudah melakukan pendataan. Selain itu, Dinsos akan menyerahkan data tersebut kepada Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Surabaya.

Kepala Dinsos kota Surabaya Anna Fajriatin mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Disnaker untuk pencarian kerja. "Jadi kami berikan pekerjaan juga. Kami sesuaikan dengan pekerjaan yang cocok untuk warga," kata Anna, Rabu (19/10).

Pemkot Surabaya juga menyiapkan kampung 1001 malam untuk dimanfaatkan sebagai lahan padat karya yang bisa dikelola warga. Selain digunakan sebagai rumah pompa untuk mengatasi permasalah banjir di kawasan Krembangan dan sekitarnya.

"Kawasan itu, nantinya juga bisa dimanfaatkan untuk lahan padat karya yang bisa dikelola oleh warga. Yang penting, kita bersihkan dulu, setelah itu bisa digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat untuk warga Surabaya,” jelas Anna.

Bahkan warga yang telah menghuni rusun juga mendapatkan suplai makanan selama tujuh hari ke depan. Rencananya pemberian makanan akan mulai dilakukan 24 Oktober mendatang. "Kami diminta pak Wali kota untuk melakukan pendataan. Nantinya mereka (warga) akan mendapatkan permakanan selama tujuh hari," tutur Anna.

Anna menyebut, dari total 16 kepala keluarga (KK), hanya 14 yang sudah menempati rusun Sumur Welut, Lakarsantri. Dua KK sisanya menyusul karena sedang mengalami musibah.

"Satu KK belum menempati rusunawa karena ada lansia yang sedang sakit di RS. Dan satu lagi, anggota keluarganya meninggal dunia. Kedua KK tersebut sudah kami sediakan tempat (rusun), karena mereka punya hak tinggal. Totalnya ada 16 KK,” ungkapnya.

Sedangkan untuk warga yang ber-KTP di luar kota Surabaya, pemkot Surabaya sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jatim. Nantinya ditempatkan di rusun yang dikelola oleh Pemprov Jatim.

Sebelumnya pemkot Surabaya melakukan pengosongan bawah kolong jembatan tol Dupak, Kampung 1001 Malam, Senin (17/10). Wali kota Surabaya Eri Cahyadi memimpin langsung pengosongan tersebut.

Menurut Eri, pemkot bukan sekadar memindahkan tempat tinggal warga, namun juga memberikan fasilitas pekerjaan, sekolah, pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) dan sebagainya.

"Makanya kenapa saya turun langsung ke lapangan, yaitu untuk memastikan sekolah anak-anaknya, kesehatannya, dan lain-lain. Jadi, pemerintah bukan hanya asal menggusur tok (tidak asal gusur saja), tapi sekaligus memberikan kepastian kepada warga," kata Cak Eri sapaan akrabnya. (rmt/nur) Editor : Administrator
#Rusun Sumur Welut #” Masuk Rusunawa #Kampung 1001 Malam