Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

41 Jenazah Umat Hindu Diaben dan Dilarung di Kenjeran

Administrator • Sabtu, 1 Oktober 2022 | 16:09 WIB
SAKRAL: Prosesi upacara Ngaben di Pura Segara dan pantai batu-batu Bulak Kenjeran, Surabaya, Jumat (30/9). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
SAKRAL: Prosesi upacara Ngaben di Pura Segara dan pantai batu-batu Bulak Kenjeran, Surabaya, Jumat (30/9). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
SURABAYA – Ratusan umat Hindu menggelar Ngaben massal di Pura Segara, Kenjeran, Jumat (30/9). Abu 41 jenazah kemudian dilarung di tengah laut di perairan Kenjeran, Surabaya, dengan menggunakan sembilan perahu.

Walaka Penasihat Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Surabaya Nyoman Sutantra menjelaskan, umat Hindu meyakini manusia terdiri dari tiga unsur, yakni jiwa suci, badan halus, dan badan kasar.

Upacara Ngaben dimaksudkan untuk memisahkan badan kasar kembali ke tempat asalnya. Sehingga, diharapkan kembali menyatu ke Tuhan Yang Maha Esa.

"Badan halus ini akan berjalan sesuai dengan karma selama di dunia. Apakah ia ke surga atau neraka. Dan, diharapkan badan suci kembali menyatu kepada Tuhan atau Manunggaling Kawula Gusti,” kata Nyoman.

Photo
Photo
Umat Hindu menjalani prosesi upacara Ngaben di Pura Segara dan pantai batu-batu Bulak Kenjeran, Surabaya, Jumat (30/9). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Setelah dilakukan Ngaben, umat Hindu melakukan larung abu 41 jenazah itu. Ini karena laut diyakini sebagai sumber segala macam. “Jadi, abu-abu ini dilarung langsung oleh keluarganya masing-masing agar badan kasar bisa kembali ke air dan badan halus bisa ke surga. Laut merupakan sumber segalanya,” terangnya.

Rangkaian acara Ngaben berlangsung selama dua hari. Sabtu (1/10) ini dilakukan Mamukur untuk mengingatkan lagi kesucian roh yang telah diaben. “Kemudian memohon sinar suci, kita taruh di sanggar suci masing-masing. Itulah yang kita puja. Tuhan yang kita puja sebagai sinar suci,” tuturnya.

Upacara Ngaben tersebut diikuti oleh umat Hindu dari Surabaya dan sekitarnya. Beberapa jenazah yang diaben sampai 2-3 tahun. Upacara tersebut juga dimaknai sebagai penyucian sang Atma. “Kenapa Atma suci ditaruh di rumah? Karena sang leluhur akan kembali ke alam dan berbuat baik dan setelah itu kembali ke Tuhan,” pungkasnya. (rmt/rek) Editor : Administrator
#Larung 41 Jenazah #Umat Hindu #pantai kenjeran #Ngaben 41 Jenazah #Umat Hindu Surabaya