Walaka Penasihat Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Surabaya Nyoman Sutantra menjelaskan, umat Hindu meyakini manusia terdiri dari tiga unsur, yakni jiwa suci, badan halus, dan badan kasar.
Upacara Ngaben dimaksudkan untuk memisahkan badan kasar kembali ke tempat asalnya. Sehingga, diharapkan kembali menyatu ke Tuhan Yang Maha Esa.
"Badan halus ini akan berjalan sesuai dengan karma selama di dunia. Apakah ia ke surga atau neraka. Dan, diharapkan badan suci kembali menyatu kepada Tuhan atau Manunggaling Kawula Gusti,” kata Nyoman.
Setelah dilakukan Ngaben, umat Hindu melakukan larung abu 41 jenazah itu. Ini karena laut diyakini sebagai sumber segala macam. “Jadi, abu-abu ini dilarung langsung oleh keluarganya masing-masing agar badan kasar bisa kembali ke air dan badan halus bisa ke surga. Laut merupakan sumber segalanya,” terangnya.
Rangkaian acara Ngaben berlangsung selama dua hari. Sabtu (1/10) ini dilakukan Mamukur untuk mengingatkan lagi kesucian roh yang telah diaben. “Kemudian memohon sinar suci, kita taruh di sanggar suci masing-masing. Itulah yang kita puja. Tuhan yang kita puja sebagai sinar suci,” tuturnya.
Upacara Ngaben tersebut diikuti oleh umat Hindu dari Surabaya dan sekitarnya. Beberapa jenazah yang diaben sampai 2-3 tahun. Upacara tersebut juga dimaknai sebagai penyucian sang Atma. “Kenapa Atma suci ditaruh di rumah? Karena sang leluhur akan kembali ke alam dan berbuat baik dan setelah itu kembali ke Tuhan,” pungkasnya. (rmt/rek) Editor : Administrator