Wakil Ketua Wisata Kampung Pecinan (WKP) Michael Wijaya mengatakan, pihaknya telah mendata omzet UMKM dari kelurahan dan UMKM dari WKP. Ia pun mengaku kaget dari hasil penjualan yang didapat dari UMKM karena setiap UMKM mendapatkan hasil sampai Rp 6 juta per hari atau setiap Kya-Kya dibuka Jumat-Minggu.
”Saya kan diminta pak Asisten II Bidang Perekonomian (Irvan Widyanto) untuk mendata omzet UMKM. Hasilnya luar biasa nggak menyangka. Jual pohong (ketela) goreng omzetnya Rp 2,5 – 3,5 juta per hari. Bahkan ada yang Rp 5 – 6 juta untuk UMKM nasi dan ayam geprek,” kata Michael, Kamis (29/9).
Meski demikian, ia mengaku masih belum mendata omzet semuanya. Karena masih ada UMKM yang belum mengumpulkan rekapan omzetnya. “Total semua belum selesai direkap karena masih sebagian. Ada yang belum mengumpulkan,” terangnya.
Selama tiga pekan KyaKya dibuka ada lebih dari 60 UMKM yang berjualan. Meski demikian, Michael mengaku selama ini masih ada yang sering menanyakan stan kosong di Kya-Kya. Mereka juga ingin berjualan di tempat heritage itu.
“Ya banyak yang menghubungi saya untuk tanya stan. Jadi kami masih tampung dulu untuk masuk waiting list. Tapi rata-rata mereka ber-KTP Surabaya,” ungkapnya.
Rencananya, Pemkot Surabaya akan melebarkan stan UMKM hingga ke sisi timur Jalan Slompretan. Namun sampai saat ini menurutnya masih dibahas dan dilakukan eveluasi. (rmt/nur) Editor : Administrator