Revitalisasi kawasan wisata religi Ampel dilakukan secara bertahap. Dimulai dengan penataan jalur pedestrian hingga pemindahan Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke Banjar Sugihan.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, revitalisasi wisata religi Ampel saat ini sudah berjalan secara bertahap. Mulai dari lelang untuk parkiran dan pengerjaan jalur pedestrian. "Sebagian sudah kita kerjakan. Tapi sebagain kita targetkan tahun 2023 sudah rampung semua," kata Cak Eri, Senin (12/9).
Pemkot juga sudah mulai ancang-ancang untuk memindahkan RPH Pegirian ke Banjar Sugihan. Menurut Cak Eri, pemindahan RPH Pegirian dilakukan agar tempat potong hewan tidak bercampur jadi satu dengan kawasan wisata religi Ampel. "Kan tidak mungkin tempat potong hewan jadi satu dengan wisata religi Ampel," terangnya.
Nah, bekas lokasi RPH Pegirian nanti akan menjadi kawasan yang bisa konek dengan Ampel. Cak Eri menyebut nantinya dibangun Museum Sunan Ampel di situ. "Museum Ampel kita koneksikan langsung ke jalan. Sehingga, pengunjung bisa nyeberang masuk ke tempat warga," terangnya.
Penataan wisata religi Ampel bakal menambah destinasi wisata di kawasan kota lama. Ini karena Pemkot Surabaya sudah menghidupkan Kya-Kya Kembang Jepun, akhir pekan lalu. Kedua kawasan tersebut saling menunjang satu sama lain. Dengan begitu, kawasan kota lama akan lebih hidup.
"Jadi, diharapakan ke depan dua kawasan yang punya nilai historis, yakni kampung pecinan Kya-Kya Kembang Jepun dan kawasan wisata religi Ampel saling menunjang denyut nadi ekonomi dan pariwisata. Sebagai ikon Kota Surabaya," tegasnya.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya Irvan Wahyudradjad mengatakan, pengembangan wisata religi Ampel tidak akan mengesampingkan keotentikan dan aspek religinya. Ada beberapa fasilitas penunjang yang perlu ditambah di Ampel.
"PKL di sana (Ampel) tidak tertata dengan baik. Sentra wisata kuliner (SWK) juga kurang optimal. Apalagi area parkir komunal atau drop off yang tidak berfungsi dengan baik. Belum lagi keberadaan RPH yang kerap menimbulkan bau," terang Irvan. (rmt/rek) Editor : Administrator