Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Koneksikan dengan Kya-Kya, Revitalisasi Ampel Tunjang Wisata Kota Lama

Administrator • Selasa, 13 September 2022 | 23:59 WIB
TERTIB LANCAR: Rombongan peziarah memasuki kawasan wisata religi Ampel, Surabaya. (ISTIMEWA)
TERTIB LANCAR: Rombongan peziarah memasuki kawasan wisata religi Ampel, Surabaya. (ISTIMEWA)
SURABAYA - Setelah wisata Kya-Kya Kembang Jepun di-launching, Pemkot Surabaya segera merevitalisasi kawasan wisata religi Ampel. Nantinya Ampel didesan sebagai Little Makkah.

Revitalisasi kawasan wisata religi Ampel dilakukan secara bertahap. Dimulai dengan penataan jalur pedestrian hingga pemindahan Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke Banjar Sugihan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, revitalisasi wisata religi Ampel saat ini sudah berjalan secara bertahap. Mulai dari lelang untuk parkiran dan pengerjaan jalur pedestrian. "Sebagian sudah kita kerjakan. Tapi sebagain kita targetkan tahun 2023 sudah rampung semua," kata Cak Eri, Senin (12/9).

Pemkot juga sudah mulai ancang-ancang untuk memindahkan RPH Pegirian ke Banjar Sugihan. Menurut Cak Eri, pemindahan RPH Pegirian dilakukan agar tempat potong hewan tidak bercampur jadi satu dengan kawasan wisata religi Ampel. "Kan tidak mungkin tempat potong hewan jadi satu dengan wisata religi Ampel," terangnya.

Nah, bekas lokasi RPH Pegirian nanti akan menjadi kawasan yang bisa konek dengan Ampel. Cak Eri menyebut nantinya dibangun Museum Sunan Ampel di situ. "Museum Ampel kita koneksikan langsung ke jalan. Sehingga, pengunjung bisa nyeberang masuk ke tempat warga," terangnya.

Photo
Photo
SELALU RAMAI: Sejumlah pengunjung memadati kawasan wisata religi Sunan Ampel di Surabaya, Senin (12/9). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Penataan wisata religi Ampel bakal menambah destinasi wisata di kawasan kota lama. Ini karena Pemkot Surabaya sudah menghidupkan Kya-Kya Kembang Jepun, akhir pekan lalu. Kedua kawasan tersebut saling menunjang satu sama lain. Dengan begitu, kawasan kota lama akan lebih hidup.

"Jadi, diharapakan ke depan dua kawasan yang punya nilai historis, yakni kampung pecinan Kya-Kya Kembang Jepun dan kawasan wisata religi Ampel saling menunjang denyut nadi ekonomi dan pariwisata. Sebagai ikon Kota Surabaya," tegasnya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya Irvan Wahyudradjad mengatakan,  pengembangan wisata religi Ampel tidak akan mengesampingkan keotentikan dan aspek religinya. Ada beberapa fasilitas penunjang yang perlu ditambah di Ampel.

"PKL di sana (Ampel) tidak tertata dengan baik. Sentra wisata kuliner (SWK) juga kurang optimal. Apalagi area parkir komunal atau drop off yang tidak berfungsi dengan baik. Belum lagi keberadaan RPH yang kerap menimbulkan bau," terang Irvan. (rmt/rek) Editor : Administrator
#kya kya kembang jepun #wisata religi ampel #pemkot surabaya #Wisata Kota Lama