Wali Kota Eri Berharap Wisata Kya-Kya Kembang Jepun Jadi Ikon di Surabaya
Administrator• Minggu, 11 September 2022 | 14:38 WIB
LAUNCHING: Wali Kota Eri Cahyadi bersama para stakeholder termasuk Dahlan Iskan bersiap memukul Dagu atau tambur khas Tionghoa untuk membuka secara resmi festival Kya Kya Kembang Jepun, Sabtu (10/9). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ingin kawasan pecinan Kya-Kya di Jalan Kembang Jepun yang diresmikan pada Sabtu (10/9) malam menjadi ikon Kota Surabaya.
"Saya berharap Kya-Kya tidak hanya jadi tempat yang dibuka lalu setelah itu selesai... Saya yakin bisa seperti Tunjungan Romansa dan Susur Sungai Kalimas yang terus menjadi ikon Surabaya," katanya di Surabaya, Minggu (11/9).
Ia menuturkan bahwa pengunjung Kya-Kya bisa menaiki becak untuk menyusuri kawasan Pecinan, melihat rumah abuhan dan klenteng serta menikmati makanan khas Pecinan.
Photo Warga memadati pembukaan festival Kya Kya Kembang Jepun, Sabtu malam (10/9). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
Wali Kota mengatakan bahwa sudah ada 60 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di kawasan pecinan Kya-Kya dan 30 di antaranya merupakan warga sekitar Kya-Kya.
"Sementara ini, kami akan buka pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, mulai habis magrib sampai pukul 22.00 WIB. Namun, kami juga akan melihat antusiasme warga, jika memang tinggi tidak menutup kemungkinan akan kami tambah," kata Eri.
Ia mengatakan, Pemerintah Kota Surabaya akan terus membenahi kawasan pecinan Kya-Kya supaya selanjutnya bisa menjadi pilihan tujuan bagi wisatawan yang menyambangi Kota Pahlawan.
Photo 60 UMKM kuliner yang sebagian berasal dari usaha warga lokal dipenuhi pembeli di festival Kya Kya Kembang Jepun. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
Pemerintah kota dan pemangku kepentingan terkait sudah sepakat memperpanjang kawasan pecinan tersebut serta menjadikan kawasan di sepanjang Jalan Kembang Jepun sebagai area wisata dan gerai UMKM.
Wali Kota mengatakan bahwa pemerintah kota juga berencana mengecat kembali semua bangunan yang ada di sepanjang Jalan Kembang Jepun menggunakan cat warna hitam, merah, dan emas.
Photo Mural besar khas Pecinan yang menjadi salah satu spot foto favorit di festival Kya Kya Kembang Jepun. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
"Selain itu, kami juga akan memasang papan nama di semua bangunannya. Papan nama itu nanti akan memakai tulisan Cina, dan ada artinya dalam bahasa Indonesia," kata dia.
Dia berharap kawasan pecinan Kya-Kya bisa terus berkembang dan mendukung pertumbuhan ekonomi kota. (jpc/ant/jay)