Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro berharap, 500 RW yang lolos ke tahap dua bisa lebih aktif lagi, terutama dalam berkreasi. Menangkap peluang usaha yang bisa digunakan untuk mengentaskan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan memperbaiki lingkungan.
"Ya kami berharap semua peserta di tahap dua ini bisa menangkap peluang yang bermanfaat. Contoh dari sampah bisa usaha magot atau bank sampah. Kemudian membuat IPAL komunal. Kan saat ini IPAL komunal juga penting," harap Hebi, Jumat (9/9).
Bahkan ia mengaku sudah melihat RW yang lolos 500 besar ini dalam mengentas MBR. Karena dalam SSC tahun ini diharapkan MBR di kota Surabaya bisa berkurang. "Untuk cara mengurangi MBR sudah ada yang bagus. Bahkan sudah ada rintisan usaha yang dilakukan oleh warga. Yang terpenting progres selama tiga bulan kedepan yang akan kami pantau," tegas Hebi.
Masing-masing peserta sudah memberikan profil seperti cara mengurangi sampah, jumlah bayi stunting, hingga jumlah MBR. "Di tahap kedua kami juga akan minta profil lagi tentang progresnya. Selain kami juga cek kondisi riilnya di lapangan," ungkapnya.
Ia juga menyebut dalam SSC ini yang harus terlihat adalah gotong royong warganya. Dalam gotong royong ini bisa membawa perubahan yang besar di kampung tersebut. Karena progres lingkungan serta ekonomi yang akan menjadi poin penting di SSC 2022.
"Partisipasi warga untuk membangun kebersamaan dan gotong royong yang penting harus dikedepankan. Karena sesuai dengan program dari pak wali kota yakni gotong royong nomor satu. Ini yang bisa mengubah kampung menjadi sejahtera dan sehat warganya," jelasnya.
Setelah proses penilaian tahap II dilakukan, nantinya akan terjaring 150 besar. Verifikasi tahap III akan dilakukan di bulan November. Mereka juga akan dibekali workshop bagi yang lolos 150 besar. Sementara itu pengumuman pemenang akan dilakukan di bulan Desember. (rmt/nur) Editor : Administrator