Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bus Curi Start Naikkan Tarif, Wagub Emil Bilang Boleh asal Masih Wajar

Lambertus Hurek • Rabu, 7 September 2022 | 03:27 WIB
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak. (IST)
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak. (IST)
SURABAYA - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengaku belum tahu apakah akan ada penyesuaian tarif bus Trans Jatim akibat naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Saat ini Pemprov Jatim masih menunggu kajian Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menentukan tarif baru angkutan massal tersebut.

Saat ini tarif Trans Jatim Rp 2.500 untuk santri dan pelajar serta Rp 5.000 untuk masyarakat umum. "Kami ingin memberikan waktu kepada Dinas Perhubungan untuk melakukan simulasi sebijak mungkin," ujar Emil di Surabaya, Selasa (6/9).

Mengenai pengusaha angkutan massal yang sudah menaikkan tarifnya, Emil memperbolehkan asalkan masih wajar sesuai dengan rentangnya. Ini juga sudah ada pengalaman sebelumnya. “Harapan kami, penyesuaian harga yang dilakukan perusahaan transportasi jangan sampai melebihi batas yang ditentukan," katanya.

Sebelumnya harga tiket bus di Terminal Purabaya Surabaya naik. Baik bus antarkota antarprovinsi (AKAP) maupun antarkota dalam provinsi (AKDP). Kenaikannya pun beragam, mulai Rp 30 ribu sampai Rp 60 ribu. Kenaikan tarif bus terjadi sudah sejak Minggu (4/9) atau sehari setelah pemerintah pengumumkan kenaikan BBM bersubsidi.

Misalnya, PO Pahala Kencana jurusan Surabaya–Bandung awalnya Rp 260 ribu naik menjadi Rp 320 ribu. Surabaya–Jakarta yang sebelumnya Rp 300 ribu sekarang Rp 360 ribu. Tiket PO Gunung Harta naik Rp 40 ribu. Jika sebelumnya dari Surabaya–Jakarta Rp 350 ribu, kini menjadi Rp 390 ribu.

Tarif bus AKDP nonekonomi juga naik cukup signifikan. Misalnya, Bus Restu. Sebelum harga BBM naik, Surabaya–Ponorogo masih Rp 70 ribu. Saat ini harganya naik menjadi Rp 100 ribu. Bus biasa Kertosono-Surabaya dari Rp 15 ribu jadi Rp 20 ribu. Bus Patas Nganjuk-Surabaya Rp 45 ribu jadi Rp 60 ribu.

Ketua Komisi D DPRD Jatim dr Agung Mulyono mengatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan dishub terkait dampak kenaikan harga BBM terhadap angkutan umum, termasuk Trans Jatim. Dishub diminta segera koordinasi dengan pengusaha angkutan umum serta Organda. "Harapan kami tidak naik. Kalaupun naik ada standar jelas," katanya.

Terkait adanya angkutan umum yang sudah menaikkan harga tarifnya, Agung meminta dishub segera mengambil tindakan cepat. Harapannya agar ada solusi yang tepat. "Para pengusaha angkutan umum ini tidak boleh dilarang menaikkan tarif secara keras. Yang penting, bagaimana mereka menaikkan tarifnya ini sesuai batas kewajaran," katanya. (mus/rek) Editor : Lambertus Hurek
#Organda Jatim tarif bus #hitungan tarif bus angkot Jatim #traif bus Trans Jatim #Wagub Jatim soal tarif bus