Di Surabaya, TBM tersebar di seluruh wilayah, mulai dari rusun, balai desa, balai RW, taman dan fasilitas umum lain. Keberadaan TBM bertujuan untuk meningkatkan kualitas masyarakat di daerah yang sulit dijangkau oleh lembaga pendidikan formal dan perpustakaan umum.
Selain menyediakan koleksi buku yang beragam serta fasilitas yang mumpuni, TBM juga perlu didesain semenarik mungkin untuk menambah rasa senang dan nyaman bagi masyarakat ketika mengunjunginya.
Karena itu, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya menggelar kompetisi branding Taman Bacaan Masyarakat guna meningkatkan kualitas dan pelayanan TBM serta mengenalkan kembali kepada masyarakat akan gerakan literasi yang ada di Kota Surabaya.
Pada tahun 2022, sebanyak 18 TBM saling berlomba untuk mengonsep dan menata ulang TBM dengan tema Literasi Mendidik dan Berunsur Edukasi.
Dari 18 TBM tersebut tersaring 10 TBM untuk dilakukan penjurian dan dipilih 6 TBM terbaik yang diumumkan saat puncak acara Kompetisi Branding TBM pada Kamis (25/08/2022) bertempat di Convention Hall Siola Lantai 4 Surabaya.
Selain mengumumkan pemenang kompetisi, dalam puncak acara tersebut juga digelar Gerakan Mendongeng dan Menulis (Gendon Sip). Gerakan ini merupakan wujud dorongan Pemerintah Kota Surabaya untuk menanamkan kebiasaan membaca, menulis dan mendongeng serta menggali potensi pendongeng dan penulis pada anak-anak di seluruh Kota Surabaya.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya, Mia Santi Dewi.
“Saya rasa kegiatan branding TBM ini sangat perlu dilaksanakan, agar masyarakat merasa senang ketika berkunjung ke sana. Selain menjadi tempat baca, TBM yang di-branding ini juga diharapkan menjadi tempat yang nyaman dan menarik bagi masyarakat,” ujar Mia Santi Dewi.
Kompetisi TBM di Kota Surabaya telah berjalan sejak tahun 2018. Dengan rincian, tahun 2018 ter-branding sejumlah 33 lokasi, tahun 2019 56 lokasi, tahun 2021 52 lokasi dan tahun 2022 18 lokasi. Sehingga total keseluruhan TBM di Kota Surabaya yang telah ter-branding dari tahun 2018 yaitu sebanyak 159 lokasi TBM.
Mia Santi Dewi menambahkan, “Ke depannya, saya ingin tahun depan seluruh TBM yang berjumlah 530 lokasi ini dapat ter-branding semua dan nantinya saya ingin membuat kompetisi antar TBM, tidak hanya dari segi tampilan, tetapi juga dari sisi program dan layanannya."
Nippon Paint sebagai merek Cat No. 1 di Asia Pasifik yang telah tersebar di lebih dari 15 negara juga turut andil mensupport kegiatan ini. Nippon Paint memberikan dukungan berbentuk cat yang merupakan material wajib dalam upaya mempercantik Taman Bacaan Masyarakat. Nippon Paint mendonasikan sebanyak 335 Liter cat Nippon Vinilex dan 150 Liter cat dasar Nippon Sealer 5400 untuk kegiatan branding kali ini.
Thomas Ng, spokesperson dari Nippon Paint Indonesia mengatakan bahwa program ini selaras dengan beberapa tujuan pembangunan berkelanjutan dari PBB, yaitu, Pendidikan Berkualitas dan Penataan Kota & Permukiman Ramah Lingkungan.
“Nippon Paint Indonesia juga senantiasa ikut serta untuk terus menyukseskan dan mencerdaskan anak bangsa serta menciptakan lingkungan yang bersih & nyaman,” kata Thomas Ng. (fix/jay) Editor : Administrator