Water toren ini berada di lokasi hunian masyarakat hingga tempat strategis lainnya. Melalui menara ini air bisa langsung dinikmati masyarakat. Air bersih bisa lebih mudah diakses, air dari mata air menuju ke menara ini. Kemudian menara ini menyalurkan ke pemukiman warga.
"Saat awal pembangunan diduga masih beberapa kawasan saja yang bisa mengakses air bersih, terutama di wilayah yang banyak dihuni oleh bangsa Eropa dan pejabat saja," ungkap Pegiat Sejarah Surabaya Nur Setiawan, kemarin (31/8).
Ia mengungkapkan, pembangunan water toren ini semakin menyebar. Adapun lokasinya antara lain di Jalan Mastrip, sekitar stasiun, hingga di kawasan Krembangan yang saat ini difungsikan oleh PDAM Surya Sembada.
Beberapa water toren ditemukan berada di lokasi stasiun kereta api. Salah satu yang masih ada bisa dilihat di Stasiun Wonokromo. Pembangunan water toren di stasiun ini bukan tanpa sebab. Air saat itu sangat dibutuhkan untuk menjalankan kereta api. "Air digunakan untuk keperluan kereta api uap tempo dulu. Sehingga dibangun di dekat stasiun," ungkapnya. (gun/nur) Editor : Administrator