Akibatnya, sisa kelas X SMA itu meninggal dunia di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Siti Khotijah Sepanjang, Sidoarjo. Kejadian nahas itu bermula saat korban mengendarai motor dari arah barat ke timur. Dia memacu motor dengan kecepatan sekitar 60 kilometer per jam.
Saat itu korban bermaksud pulang usai belajar kelompok di salah satu rumah temannya. Sesampainya di Jalan Mastrip 56, korban bermaksud menghindari jalan bergelombang. Namun, motornya oleng dan terjatuh di jalur lawan. Akhirnya, motor dan korban ditabrak truk bermuatan galvalum dari arah berlawanan.
Sopir truk Jayadi mengatakan, saat kejadian motor korban sempat terseret sekitar lima meter. "Dia (korban) jatuh bersama motor mungkin keseret lima meter," ucapnya.
Jayadi mengaku saat itu tidak mampu mengendalikan laju truk. Sebab, di sisi kiri truk juga ada motor hendak menyalip. Saksi mata warga sekitar, Markun, 62, menambahkan, korban melaju dari arah barat ke timur diduga menghindari jalan gelombang. Namun, motornya hilang kendali diduga terkena gundukan aspal.
"Kalau ngantuk sih enggak. Dia kebetulan melintas di jalan gelombang, dia nggak lihat mungkin tiba-tiba oleng ke kanan dan jatuh," ucapnya.
Informasi yang dihimpun, korban meninggal dunia di IGD RS Siti Khotijah Sepanjang. Korban mengalami luka di kaki. Sementara motor korban yang ringsek dan truk diamankan Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya sebagai barang bukti.
Kapolsek Karang Pilang Kompol Eko Sudarmanto menyebut pengendara motor saat dilakukan penanganan awal masih hidup. "Penanganan diserahkan ke Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya," kata Eko. (rus/rek) Editor : Lambertus Hurek