Kegiatan ini dihadiri peserta yang berasal dari sejumlah perusahaan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), hingga instansi pemerintah. Indonesia Markplus Festival juga memberikan penghargaan kepada Bank Jatim, MPM Motor Honda, Juragan99 Trans, Telkomsel Area Jawa Bali, Kimia Farma, PT Pelindo Husada Citra, PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk, PT Sariguna Prima Tirta Tbk, Tanly Hospitality, Pakuwon Djati, Petrokimia Gresik, dan Terminal Teluk Lamong.
APRESIASI: Direktur Marketing PT Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi menerima sertifikat penghargaan dari Chairman MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
Founder and Chairman MarkPlus Inc Hermawan Kartajaya yang menjadi pembicara tampak memakai topi bertuliskan Top Gun. "Seperti dalam filmnya, Top Gun adalah para pilot hebat. Human 5.0: Creativity, Innovation, Entrepreneurship & Leadership ini diibaratkan pilot lebih penting daripada pesawat. Artinya, human pada era teknologi jangan dikontrol dengan mesin. Digital bukan harus dihilangkan tetapi human yang harus mengontrol," jelasnya.
Hermawan menegaskan bahwa seorang staf marketing tidak boleh menjual produk yang tidak diperlukan konsumennya. "Marketing jangan jangan mikir yang penting laku dan kaya. Akan tetapi, yang harus diperhatikan adalah cuan with heart (uang dan hati)," katanya.
Selain memberikan penghargaan, Hermawan juga menyampaikan strategi bangkit pada pascapandemi. Yakni Creativity, Innovation, Entrepeneurship, Leadership atau disingkat CIEL, yang diambil dari Bahasa Prancis yang artinya langit. Hermawan menggambarkan CIEL sebagai seangat semangat Punokawan.
"Creativity ini diartikan Bagong, Innovation artinya Petruk, Entrepreneurship artinya Gareng, dan Leadership artinya Semar. Kondisi pandemi ini seseorang tidak bisa kerja biasa tapi harus CIEL. Zaman sekarang semangat Pandawa Lima harus sejalan dengan Punokawan. Saya melambangkan productivity adalah Nakula Sadewa, Improvement adalah Arjuna, profesional adalah Bima, dan bijaksana adalah Yudistira," katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menyampaikan, dirinya baru saja menggelar rapat dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait inflasi yang terjadi dunia.
Menurut dia, inflasi ini akibat ada gangguan supply chain komoditas utama. "Salah satunya karena Rusia dan Ukraina sedang perang. Sehingga menyebabkan krisis energi yang membuat harga-harga lainnya menjadi naik," katanya.
Mantan Bupati Trenggalek ini mengatakan, untuk mengatasi hal ini yang terpenting adalah komunikasi. Yakni bagaimana cara melakukan komunikasi dengan masyarakat agar tidak panic buying.
"Terkait dengan marketing ini, yang harus diperhatikan bukan hanya cara promosinya, tapi juga packaging-nya. Bagaimana agar konsumen ini bisa tertarik dengan produk kita," kata Emil. (mus/rek/jay) Editor : Lambertus Hurek