Kepala Seksi Dekorasi Kota Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Myrna Augusta Aditya Dewi mengatakan, pihaknya juga telah memasang lampion di kawasan Jalan Karet yang akan terintegrasi dengan romansa pecinan. Ada 60 lampion, rumbai-rumbai, dan ornamen dari akrilik. Meski dua jalan tersebut berada di kawasan pecinan, Jalan Karet dan Kembang Jepun mempunyai konsep pengembangan yang berbeda.
"Konsepnya berbeda-beda. Jalan Karet terdapat bolard dan lampu antik khas. Sedangkan Jalan Kembang Jepun konsepnya lebih ke on the street parking. Sehingga tidak diberikan bolard sebagai pembatas. Namun akan dipasang lampion dan ornamen membentang," kata Myrna, Senin (29/8).
Selain terus menambah dekorasi, pemkot tengah membersihkan bangunan bekas Pabrik Es Kalimalang. Tempatnya berada tepat di Jalan Kalimalang, belakang kantor Radar Surabaya. Sejak pagi alat berat diturunkan untuk membersihkan gragal atau bongkahan batu dan pasir yang berserakan di bangunan lawas itu.
"Ini mulai dibersihkan. Sudah 10 kali pengangkutan gragal," kata Kabid Kebersihan dan Pemberdayaan DLH Surabaya Arif Rusman.
Pihaknya menargetkan bangunan itu rampung dibersihkan dalam waktu tiga hari. Setelah dibersihkan, nantinya akan dipaving. Rencananya akan digunakan untuk menaruh gerobak UMKM.
Arif juga mengaku sudah menyiapkan menejemen sampah saat Kya-Kya beroperasi. Sebanyak 10 petugas standby di lokasi. “Jadi, setelah selesai kami angkut sampahnya. Setiap tenant UMKM akan ada tong sampah," terangnya.
Kepala Bidang Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya Iman Krestian Maharhandono mengatakan, ada delapan bangunan di Jalan Kembang Jepun dan delapan bangunan di Jalan Karet yang akan diperbaiki dan dipercantik.
"Kita sampling dulu dan menentukan suasananya serta kecocokan warnanya," kata Iman.
Salah satu bangunan di Jalan Karet saat ini tengah direparasi. Bangunan kolonial itu bakal diberi sentuhan bernuansa Old China Town dengan warna yang lembut. “Mudah-mudahan dalam minggu ini rampung,” katanya.
Iman menegaskan, prioritas utama adalah infrastruktur sebelum Kya-Kya beroperasi. Termasuk penyiapan rombong agar bisa dilakukan launching pada 11 September mendatang. “Ada beberapa pengusaha kuliner dan CSR yang masih konsolidasi," katanya. (rmt/rek) Editor : Lambertus Hurek