Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Waspadai Cacar Monyet, Pemkot Surabaya Siapkan RS Soewandhi untuk Isolasi

Administrator • Senin, 29 Agustus 2022 | 13:08 WIB
TEMPAT ISOLASI: Rumah Sakit Soewandhi telah disiapkan sebagai tempat isolasi pasien cacar monyet. (ISTIMEWA)
TEMPAT ISOLASI: Rumah Sakit Soewandhi telah disiapkan sebagai tempat isolasi pasien cacar monyet. (ISTIMEWA)
SURABAYA - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus cacar monyet atau monkeypox di Kota Pahlawan. Seluruh masyarakat diminta untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi berharap warga Kota Pahlawan lebih berhati-hati tapi tidak perlu merasa takut secara berlebihan. Ia meminta warga tetap menerapkan protokol kesehatan. “Meskipun Bu Gubernur Jawa Timur Khofifah bilang Jatim masih nol, tapi kita harus tetap waspada dan menjaga protokol kesehatan,” kata Eri Cahyadi di Surabaya, Minggu (28/8).

Cak Eri menyatakan, Surabaya belum mencatat adanya penemuan kasus terinfeksi monkeypox. Namun, Pemkot Surabaya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bahkan, pemkot telah menyiapkan lokasi isolasi/karantina bagi pasien di RSUD dr Soewandhie.

“Surabaya masih nol. Kalau ditemukan kita langsung lakukan isolasi dan kita sudah siapkan juga lokasinya, kita juga sudah ber koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jatim,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ke seha tan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina menjelaskan langkah­langkah pencegahan monkeypox. Warga diminta menerapkan PHBS, yaitu rajin mencuci tangan dengan air dan sabun atau menggunakan hand sa nitizer, serta memakai masker pada waktu bepergian di tempat umum.

“Cara mendeteksi penyakit cacar monyet adalah dengan mengenali tan da dan gejalanya. Di antaranya demam tiba-­tiba 38,5 derajat celcius, nyeri otot, sakit kepala, lemas, pembengkakan kelenjar getah bening terutama pada daerah leher dan ketiak, dan ruam pada kulit terutama pada lipatan kulit,” terang dia.

Nanik mengaku bahwa upaya promosi kesehatan melalui sosialisasi tentang kewaspadaan terhadap penyakit monkeypox sudah dilakukan oleh Dinkes Kota Surabaya. Sosialisasi kepada masyarakat, rumah sakit, perawat klinik Kota Pahlawan, serta melalui media sosial milik Dinkes Kota Surabaya.

“Untuk penanganannya, apabila virus tersebut menjangkit warga Kota Surabaya akan dilakukan pelacakan kasus beserta kontak eratnya, serta dilakukan pengambilan sampel bagi kasus untuk dikirim dan diperiksakan ke Laboratorium Rujukan Nasional BKPK Kemenkes RI dan Laboratorium Institut Pertanian Bogor (IPB),” ungkap Nanik.

Apabila ditemukan kasus yang diduga cacar monyet, maka pasien tersebut akan dirujuk ke rumah sakit rujukan yang memiliki ruang isolasi khusus. “Namun, saat ini belum ditemukan kasus cacar monyet di Kota Surabaya,” ujarnya.

Ia kembali mengimbau masyarakat untuk memakai masker jika bepergian atau berada di ­tempat umum. Rajin mencuci tangan setelah kontak langsung dengan orang yang sakit. Juga segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala mirip penyakit cacar monyet atau pernah melakukan kontak dengan pasien cacar monyet. (rmt/rak) Editor : Administrator
#Waspada Cacar Monyet #Isolasi Cacar Monyet #pemkot surabaya #RS Soewandhi