Kepala UPT Terminal Tambak Osowilangon Imam Hidayat mengatakan, pihaknya berusaha melakukan penertiban bus-bus dan angkot yang mencari serta menurunkan penumpang di luar terminal. Bahkan, setiap hari petugas rutin melakukan patroli di depan pintu masuk dan keluar agar tidak ada lagi yang ngetem.
"Sekarang sudah 90 persen tidak menurunkan maupun menaikkan penumpang di luar terminal. Sudah mulai berangsur tertib. Itu karena kita terus lakukan patroli," kata Imam, Minggu (21/8).
Pihaknya pun tak segan memberikan sanksi tilang. Sebab, patroli tersebut digelar bersama dengan pihak kepolisian. "Sekarang kalau ada yang mengetem kita tilang. Kita koordinasikan dengan polsek setempat," tegas mantan kepala Terminal Purabaya itu.
Meski demikian, ia mengaku tidak mudah untuk mengatur sopir-sopir angkot dan bus untuk tertib. Sebab, sudah jadi kebiasaan lama. Pihaknya tak lelah mengingatkan sopir agar bisa menaikkan dan menurunkan penumpang di dalam terminal. Upaya tersebut sekaligus menghidupkan terminal di dekat kawasan perbatasan dengan Kabupaten Gresik itu.
"Kios pedagang kasihan, gak ada yang beli. Akhirnya, dengan upaya kami secara bertahap mulai ramai meski yang mau 80 persen," terangnya.
Imam menegaskan, untuk menghidupkan Terminal Osowilangun yang sepi perlu kerja sama dengan semua pihak. Apalagi bus Trans Jatim ternyata tidak masuk ke Osowilangun. "Andaikan Trans Jatim masuk ke sini, insya Allah ramai," katanya. (rmt/rek) Editor : Lambertus Hurek