Kekuatan APBD 2023 tersebut meliputi, anggaran belanja sebesar Rp 29,1 tiliun ditambah pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 321,38 miliar. Kemudian dari sisi pendapatan diproyeksikan sebesar Rp 27,839 triliun dengan rincian PAD Rp 18,11 triliun, dan dana transfer sebesar Rp 9,7 triliun. Nilai tersebut dalam rancangan KUA PPAS yang dibacakan oleh Sekwan DPRD Jatim Andi Fajar.
Sementara itu, Sekdaprov Jatim, Adhy Karyono menjelaskan bahwa belanja dalam rancangan KUA PPAS APBD Jatim 2023 diprioritaskan untuk memenuhi urusan wajib atau rutin. Diantaranya, untuk pendidikan sebesar Rp 7,959 triliun atau sebesar 27,33%, pemerintahan Rp 9,459 triliun atau sebesar 32,4%, kesehatan Rp 4,758 triliun atau 16,34%, infrastruktur Rp 3,011 triliun atau sebesar 10,34%, Sosial Rp 2,677 triliun atau 9,20%, dan ekonomi Rp 1,252 triliun atau 4,30%.
Sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2023, kata Adhy cenderung mengalami kenaikan sebesar Rp 870,320 miliar dibanding tahun 2022. “Sebaliknya, untuk dana transfer 2023 turun sebesar Rp 683,336 miliar dari Rp 10,385 triliun menjadi Rp.9,702 triliun,” bebernya.
“Pada APBD 2023 juga ada alokasi belanja Pilkada (dana cadangan) sebesar Rp 300 miliar sehingga total dana cadangan untuk pilkada sampai dengan 2023 sebesar Rp 600 miliar,” jelas Adhy Karyono. (mus/rak) Editor : Administrator