Tiga tersangka itu AR, 18, warga Tambaksari, Surabaya; E, 18, warga Bubutan, Surabaya; dan DA, 18, warga Tambaksari, Surabaya. Ketiganya diketahui ikut menganiaya tiga korban, yakni D, 17, warga Demak Timur, Surabaya; S, 17, warga Sawahan; dan RZ, 15, warga Kenjeran, Surabaya.
Ketiga pelaku diamankan Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya di rumahnya masing-masing. Mereka ditangkap karena ikut menganiaya ketiga korban di depan SMA Pirngadi dan Jalan BKR Pelajar, Surabaya. "Ketiganya kami tangkap karena ikut memukul korban," jelas Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana, Senin (8/8).
Mirzal mengungkapkan, dari hasil penyelidikan diketahui kejadian bermula ketika ada pertandingan futsal di kampus Unesa, Lakasantri, Surabaya. Saat itu pertandingan mempertemukan SMAN 7 melawan SMK dr Soetomo (Smekdor).
Hasil pertandingan, Smekdor dinyatakan kalah lalu terjadi keributan di lokasi. "Ada saling ejek antarsuporter dan terjadi keributan. Namun, saat itu bisa diredam petugas keamanan," tuturnya.
Ternyata, siswa Smekdor diduga berkumpul di GOR Pancasila dan menunggu rombongan siswa SMAN 7. Ketika rombongan melintas di depan gelanggang olahraga tersebut, langsung dihadang. Kemudian terjadi perkelahian, lalu dilerai masing-masing kubu.
"Saat itu D memvideokan dan mengirim video ejekan ke temannya siswa SMAN 7. Video ini dikirim ke grup sekolah dan menyebar ke alumni," ujar Mirzal.
Ini membuat siswa SMAN 7 dan alumni sekolah itu geram. Seketika itu handphone (HP) korban D terus berdering ditelepon nomor tak dikenal. Hingga temannya C memintanya bertemu AR.
Korban D saat itu bertemu tersangka AR dan dimintai klarifikasi. Dia datang bersama korban S, kemudian diajak ke depan Pirngadi dan terjadilah perkelahian. "Korban sudah ditunggu di sana dan dianiaya di lokasi," tuturnya. Tersangka DA dan E ketika itu ikut mengeroyok dan memukuli korban.
Kemudian HP milik D direbut dan salah satu pelaku menghubungi R untuk datang ke lokasi. "Saat itu R juga menjadi korban penganiayaan. Kami masih selidiki lagi siapa saja yang terlibat," tuturnya. (gun/rek) Editor : Administrator