"Pak Wali Kota sudah membuat program yang bagus sekali, punya program aplikasi yang diisi secara mandiri oleh masyarakat dan bisa di-bridging (sinkron) dengan program kementerian kesehatan," kata Dante.
Dante juga mengapresiasi para Kader Surabaya Hebat (KSH) di bidang kesehatan. Agar lebih maksimal lagi, ia berharap Pemkot Surabaya bisa menambah layanan di Posyandu Prima. "Jadi, nanti tidak hanya terbatas pemeriksaan untuk anak saja, tapi sampai dengan lansia itu sudah ada di posyandu," ujar Dante.
Ia menjelaskan, sebelumnya tingkat pelayanan kesehatan yang paling primer adalah puskesmas. Namun, saat ini kemenkes menginginkan posyandu menjadi salah satu layanan kesehatan primer di setiap daerah. Nah, Surabaya menjadi salah satu lokasi uji coba integrasi layanan primer.
"Untuk wilayah Jawa Timur, dukungan dari Wali Kota Eri Cahyadi dan Gubernur Jawa Timur Khofifah sudah cukup untuk mendirikan Posyandu Prima ini sebagai salah satu elemen kesehatan masyarakat primer," terangnya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan banyak terima kasih atas apresiasi kemenkes terhadap pelayanan posyandu prima di Surabaya. Cak Eri juga mendapat pengarahan langsung dari Wamenkes Dante agar pemkot menyempurnakan lagi proses pendataan kesehatan masyarakat. “Kita mendapat ilmu baru untuk saling bersinergi demi kepentingan seluruh masyarakat," katanya.
Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan sarana dan prasarana hingga sumber daya manusia (SDM) yang diperlukan. Sebab, setiap posyandu prima minimal harus punya staf pendaftaran, dokter, perawat, dan bidan. "Insya Allah, apa yang diharapkan Wamenkes RI dr Dante dan Wali Kota Eri Cahyadi bisa segera kita realisasikan,” katanya.
Nanik menegaskan, Surabaya telah memiliki puskesmas pembantu atau poskeskel. Hanya saja, terdapat tambahan konsep pelayanan dari kemenkes, yakni pelayanan kesehatan yang langsung melibatkan masyarakat. "Nah, para Kader Surabaya Hebat akan ikut terlibat dalam posyandu prima," ujar Nanik. (rmt/rek) Editor : Administrator