Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jadi Kota Pelabuhan, Surabaya Punya Tanjung Perak setelah Pelabuhan Kalimas 

Administrator • Kamis, 28 Juli 2022 | 22:36 WIB
STRATEGIS: Pelabuhan Tanjung Perak menjadi tumpuan perdagangan antar daerah maupun antar negara. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
STRATEGIS: Pelabuhan Tanjung Perak menjadi tumpuan perdagangan antar daerah maupun antar negara. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Selain dikenal dengan sebutan Kota Pahlawan, Kota Surabaya juga dikenal dengan sebutan Kota Pelabuhan. Pasalnya, sebelum ada Pelabuhan Tanjung Perak, sudah ada lebih dulu Pelabuhan Kalimas.

Ketua Surabaya Heritage Society Freddy H Istanto mengatakan, Pelabuhan Tanjung Perak merupakan salah satu pelabuhan terbesar di Indonesia. Pelabuhan ini juga menjadi pusat perdagangan menuju kawasan Indonesia bagian timur.

"Posisi pelabuhan ini (Pelabuhan Tanjung Perak, Red) penting bagi lokal dan internasional karena letak geografisnya yang aman dan terlindung Pulau Madura," ujarnya.

Freddy mengatakan, dulu kapal-kapal samudera membongkar dan memuat barang-barangnya di selat Madura untuk kemudian dengan tongkang dan perahu-perahu dibawa ke Jembatan Merah (pelabuhan pertama saat itu) yang berada di jantung kota Surabaya melalui sungai Kalimas.

Karena perkembangan lalu lintas perdagangan dan peningkatan arus barang serta bertambahnya arus transportasi, maka fasilitas dermaga di Jembatan Merah itu akhirnya tidak mencukupi.

“Kemudian Belanda menyusun rencana pembangunan Pelabuhan Tanjung Perak agar dapat memberikan pelayanan kepada kapal-kapal samudera untuk membongkar dan memuat secara langsung tanpa melalui tongkang-tongkang dan perahu-perahu. Akan tetapi rencana ini kemudian ditolak karena biayanya sangat tinggi,” jelasnya.

Selama abad 19 tidak ada pembangunan fasilitas pelabuhan, padahal lalu lintas angkutan barang ke Jembatan Merah terus meningkat. Setelah tahun 1910, pembangunan fisik Pelabuhan Tanjung Perak dimulai.  “Seiring dengan berjalannya waktu pelabuhan Tanjung Perak telah pula membuktikan peranan strategisnya sebagai pintu gerbang laut nasional,” katanya.

Freddy mengatakan, pertumbuhan perdagangan di Jawa Timur pada akhir abad ke-19, juga mendorong pertumbuhan industri dan teknologi pendukung keperluan ekonomi yang bertumpu kepada ekspor hasil perkebunan dan pertanian. Maka memasuki abad ke-20, Surabaya telah menjadi kota yang menduduki peringkat kedua setelah Batavia.

“Pelabuhan Tanjung Perak telah memberikan suatu kontribusi yang cukup besar bagi perkembangan ekonomi dan memiliki peranan yang penting tidak hanya bagi peningkatan lalu lintas perdagangan di Jawa Timur tetapi juga di seluruh Kawasan Timur Indonesia,” jelasnya.

Dalam masa pembangunan ini, usaha-usaha pengembangan terus dilakukan oleh Pelabuhan Tanjung Perak yang diarahkan pada perluasan dermaga khususnya dermaga kontainer, perluasan dan penyempurnaan berbagai fasilitas yang ada, pengembangan daerah industri di kawasan pelabuhan, pembangunan terminal penumpang dan fasilitas-fasilitas lainnya yang berkaitan dengan perkembangan pelabuhan-pelabuhan modern. (mus/nur) Editor : Administrator
#pelabuhan tanjung perak #Pelabuhan Kalimas #Perdagangan Surabaya #Surabaya Kota Pelabuhan