Ratusan Kader Surabaya Hebat yang mewakili wilayahnya turut memeriahkan launching SSC 2022. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, SSC 2022 ini merupakan kebahagiaan warga Surabaya karena mereka akan menata kampung atau wilayahnya sendiri dengan bergotong royong.
“Jadi, warga bisa mengetahui kebutuhan di lingkungannya. Semakin kampung tertata dengan gotong royong semakin kampung itu menjadi pemenangnya," kata Cak Eri.
Program SSC yang diawali pada 2018 sempat terhenti karena pandemi Covid-19. Cak Eri menjelaskan, SSC 2022 ini ada perbedaan dengan tahun sebelumnya. Jika tahun lalu bisa menghasilkan atau memproduksi sampah untuk dijual, tahun ini ditambah dengan inovasi warga kampung dalam mengentas MBR, pengangguran, anak-anak putus sekolah hingga gizi buruk.
"Tahun lalu kan membuat produk olahan sampah untuk menjadi uang, tapi tahun ini melihat semakin sedikit persoalan warga seperti MBR, pengangguran, putus sekolah, dan gizi buruk di kampung atau wilayah peserta," terangnya.
Dengan begitu, Cak Eri berharap warga lebih mencintai kotanya. Dan, yang utama, kehebatan kota bukan dari pemimpin atau wali kotanya, tapi dari warganya. "Saya ingin masyarakat mulai cinta terhadap kotanya. Ini butuh kegotongroyongan. Jadi, yang hebat adalah warganya, bukan wali kotanya," ucap Cak Eri.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DLH Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, SSC 2022 bertujuan untuk membangun lingkungan Surabaya yang lebih baik dari segi lingkungan, ekonomi, dan sistem yang terintegrasi. Sehingga, mampu mengelola berbagai sumber dayanya secara efektif dan efisien untuk menyelesaikan berbagai tantangan kota.
Tak hanya itu. SSC 2022 juga untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) warga baik secara intelektual, spritual, serta emosional yang berdampak pada terciptanya banyak program padat karya warga dalam menghapus MBR.
"Jargonnya SSC 2022 adalah ekonomi kerakyatan berbasis lingkungan. Artinya, yang terpilih adalah yang bisa mengangkat ekonomi kerakyatan dan menjaga lingkungan," ujar Hebi.
Hebi menyebut, sebanyak 1.360 RW wajib mengikuti SSC tahun ini. Setiap RW diwakili oleh seluruh RT dengan kunjungan minimal tiga RT unggulan. Total pesertanya 154 kelurahan se-Kota Surabaya.
Setelah launching, kemudian dilanjutkan dengan pendaftaran online, pembagian dana pembinaan sebesar Rp 1 juta, dilanjutkan dengan verifikasi tahap pertama serta pengumuman 500 besar yang dijadwalkan pada bulan Agustus.
Dilanjutkan verifikasi tahap kedua pada September dan verifikasi tahap ketiga di bulan November. “Hadiah utamanya Rp 50 juta," ujar Hebi. (*/rek) Editor : Administrator