Dijaga puluhan petugas, warga Surabaya dan sekitarnya menikmati CFD dengan caranya masing-masing. Ada yang bersepeda, bersepatu roda, jalan kaki, atau sekadar berjalan santai. Tepat di tengah jembatan terdapat gerai-gerai makanan, makanan ringan, dan live music yang juga bisa dinikmati pengunjung.
Tidak hanya itu. Pengunjung bisa mengambil foto pemandangan laut dan Jembatan Suramadu yang ada di kejauhan. Sebelum corona, jembatan ini biasanya dijadikan salah satu destinasi warga Surabaya. Namun, untuk menghindari kerumunan, Jembatan Suroboyo sempat ditutup lama.
Cintya dan Wiwid, warga Manyar, ikut menikmati keindahan pemandangan pantai dari trotoar jembatan. “Baru tahu kalau ada food truck. Tadinya niat ke sini memang ingin foto-foto saja dari atas trotoar Jembatan Suroboyo,” kata Wiwid.
Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro, Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya Risdiana mengatakan, gelaran CFD kali ini dibuat berbeda karena kondisi ekonomi yang sempat terjun bebas waktu pandemi Covid-19. “Biasanya tiap minggu ada 20 UMKM dari Kecamatan Bulak, Kenjeran, dan THP Kenjeran,” katanya.
Setiap minggu, UMKM dari tiga kecamatan itu digilir untuk berjualan di arena CFD Jembatan Suroboyo. Upaya itu untuk membantu perekonomian warga sekitar melalui kegiatan yang diminati masyarakat. “Tiap kelurahan ada dua (UMKM) menyetorkan. Total 20 biar semuanya kebagian. Kalau dari THP jualnya khas olahan hasil laut,” katanya. (rmt/rek) Editor : Lambertus Hurek