Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Irvan Wahyudrajad mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan pilihan untuk warga yang sebelumnya tinggal di rumah susun sederhana sewa (rusunawa) atau sudah tidak lagi masuk kategori MBR untuk bisa memiliki rumah namun dengan angsuran rendah.
Pembangunan rusunami tersebut rencananya akan menggunakan skema anggaran kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) dan swasta.
"Untuk sementara ini rusunawa hanya sebagai transit untuk bisa memiliki rumah, untuk bisa memiliki rusunami dengan dibantu oleh aset-aset kita yang bisa dibangun oleh pengembang, swasta atau KPBU, dengan perbankan yang menyediakan suku bunga rendah," tutur Irvan, Minggu (3/7).
Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya itu memastikan, pemkot akan menyiapkan skema pembayaran rusunami dengan jangka panjang dan angsuran murah. Ini diharapkan supaya warga Surabaya bisa memiliki rumah layak huni sesuai dengan kemampuan mereka.
"Jadi misal SKBG-nya (Sertifikat Kepemilikan Bangunan Gedung) sampai 60 tahun, dia (warga) nyicilnya mungkin 30 tahun. Mungkin kalau Rp 500 ribu per bulan itu bisa mampu mereka," ujarnya.
Ia juga menyebut, pemkot menyiapkan sembilan titik lokasi pembangunan rusunami dengan total 31 blok. Pembangunan rusunami tersebut bakal memanfaatkan lahan aset milik Pemkot Surabaya. "Rencananya mulai tahun depan. Ada di Tambak Wedi, Menanggal, Kedung Cowek, Bulak Banteng, Gunung Anyar dan Medokan Ayu," terangnya.
Di samping itu, Irvan juga menjelaskan, bahwa pemkot terus berupaya mengentas warga yang tinggal di Rusunawa agar segera terlepas dari status MBR. Salah satunya yakni melalui pemanfaatan lahan aset milik pemkot untuk digunakan program padat karya.
"Semua warga yang tinggal di rusunawa kami data, apa yang diinginkan. Jadi warga yang tidak punya kerja, apakah itu orang tua atau anaknya, perintah Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) adalah mendata semua dan memasukkan ke aplikasi padat karya," ujar Irvan.
Sementara itu, pemkot telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait rencana pembangunan Rusunami tersebut. Bahkan sebelumnya, pihak Kementerian PUPR sudah melakukan peninjauan.
"Kami arahnya ke depan, saran Pak Wali Kota Eri Cahyadi adalah rusunami bekerja sama dengan pengembang maupun perbankan untuk kredit murah dengan jangka waktu yang lama, mereka (warga) bisa memiliki rusun," pungkasnya. (rmt/nur) Editor : Lambertus Hurek