Kepala Bidang Peternakan DKPP Surabaya Sunarno Aristono mengatakan, selain sapi, vaksinasi juga dilakukan untuk kambing dan satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS). Pihak DKPP masih menunggu kiriman vaksin dari Kementerian Pertanian melalui Pemprov Jatim.
“Rencananya, kalau sapi sudah selesai divaksin, baru kambing dan satwa yang ada di KBS,” kata Aristono, kemarin (1/7).
Dibandingkan sapi, wabah PMK pada kambing dan ternak lain tidak terlalu parah. Namun sebagai langkah antisipasi, perlu dilakukan vaksinasi. Tujuannya agar satwa sehat tidak terpapar PMK. “Satwa KBS rentan juga. Maka, kami perlu vaksinasi,” terangnya.
Vaksinasi PMK di Surabaya sudah dilakukan dua kali. Pertama, pada Sabtu (24/6) di Bendul Merisi dan Senin (26/6) di Kenjeran. Rencananya, vaksin akan tuntas pada 7 Juli mendatang.
“Sampai hari ini masih belum ada lagi. Sebab, harus didata dulu sampai 100 ekor sapi. Memang ada beberapa peternak yang melaporkan sapinya untuk Idul Adha sehingga tidak perlu dilakukan vaksin. Ada juga yang terpapar PMK sehingga perlu perawatan dahulu,” ungkapnya.
Kota Surabaya menerima 600 dosis vaksin dari Dinas Peternakan Jatim pada 24 Juni. Target vaksinasi PMK tahap satu sebanyak 600 sapi perah dan sapi potong yang tidak akan disembelih minimal setahun. (rmt/rek) Editor : Administrator