Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jengkel karena Sering Menangis, Ibu Aniaya Anak Kandung hingga Tewas

Lambertus Hurek • Senin, 27 Juni 2022 | 03:30 WIB
TEGA AMAT:Kapolsek Wonocolo Kompol Roycke Hendrik menunjukkan tersangka Eka Sari Yuni Hartini (duduk kerudung biru) dan barang bukti pembunuhan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
TEGA AMAT:Kapolsek Wonocolo Kompol Roycke Hendrik menunjukkan tersangka Eka Sari Yuni Hartini (duduk kerudung biru) dan barang bukti pembunuhan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Kelakuan Eka Sari Yuni Hartini, 25, sungguh biadab. Perempuan asal Desa Kramat Jegu, Kecamatan Taman, Sidoarjo, itu tega menganiaya anak kandungnya sendiri, AD, yang masih berusia lima bulan hingga tewas.

Ironisnya, jenazah korban baru dilaporkan dan ditemukan petugas, Sabtu sore (25/6). Saat ditemukan kondisi korban sudah membusuk di kamarnya, Jalan Siwalankerto Tengah, Gang Anggur Nomor 121, Surabaya.

Kapolsek Wonocolo Kompol Roycke Hendrik mengatakan, penemuan jenazah korban bermula dari keterangan saksi Eti Suharti, 47, yang tak lain nenek korban. Dia bercerita kepada salah satu tetangganya bahwa cucunya meninggal dunia sejak Kamis (23/6) lalu.

Mendapat kabar tersebut, warga lalu melapor ke Polsek Wonocolo. Sejurus kemudian Tim Anti Bandit Polsek Wonocolo dan Tim Inafis melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi. "Mayat korban ditemukan di dalam kamar. Kondisi sudah berair menghitam dan mengelurkan bau tak sedap," ujarnya didampingi Kanit Reskrim AKP Ristitanto, Minggu (26/6).

Photo
Photo
Kapolsek Wonocolo Kompol Roycke Hendrik menunjukkan tersangka Eka Sari Yuni Hartini (duduk kerudung biru) dan barang bukti pembunuhan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan luka kekerasan di kepala bagian belakang dan punggung korban. Polisi lantas melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan saksi. Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya pelaku yang tak lain ibu korban ditangkap di Gunung Kidul, Jogjakarta, Sabtu malam (25/6).

"Tersangka ibu kandung korban. Dia menganiaya anaknya dengan cara melempar ke tempat tidur dan memukul meggunakan tangan," sebutnya.

Menurut Roycke, penganiayaan bermula pada Selasa sore (21/6). Bayi malang itu sebelum kejadian sempat dimandikan sang nenek. Kemudian digendong ibunya ke dalam kamar.

Saat itu tersangka emosi karena korban rewel. Lalu tersangka melempar korban ke tempat tidurnya. Selain itu, korban juga dipukul tersangka menggunakan tangan.

"Kamis dini hari (23/6), saksi sempat hendak memberikan susu kepada cucu (korban) yang merupakan bayi stunting. Namun, korban sudah lemas, lebam biru, dingin dan meninggal dunia," paparnya.

Mendapati hal itu, saksi sempat menanyakan ke ibu korban. Namun, tersangka malah mengancam ibunya bila berbicara kepada tetangga hendak membunuh saksi. "Tersangka mengancam akan membunuh ibunya bila cerita ke tetangga terkait kematian korban," bebernya.

Mengetahui anaknya tewas, tersangka malah berangkat ke Jogjakarta untuk acara liburan bersama suami dan anak pertamanya, Jumat (24/6). "Tersangka sering menganiaya korban. Alasannya jengkel emosi karena korban rewel suka nangis, apabila pelaku bertengkar dengan suami," urainya.

Sejauh ini, kata Roycke, suami tersangka berinisial R tidak ikut terlibat. Tersangka dan suaminya sudah menikah sirih selama lima tahun dan dikaruniani dua anak. Dari pengungkapan ini polisi menyita barang bukti baju korban. (rus/rek) Editor : Lambertus Hurek
#bayi dibunuh di siwalankerto tengah #motif ibu aniaya balita #ibu surabaya bunuh bayii #ibu bunuh bayi surabaya