Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Khofifah Tegaskan Tidak Ada Virus Corona Dalam Darah Penyintas

Lambertus Hurek • Rabu, 15 Juni 2022 | 14:34 WIB
PEDULI: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ikut donor darah di sela kesibukannya. (IST)
PEDULI: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa ikut donor darah di sela kesibukannya. (IST)
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan tidak ada virus corona di darah meski pendonor merupakan penyintas Covid-19. Karena itu, siapa pun bisa mendonorkan darah dan menerima tranfusi darah sepanjang golongan darahnya sesuai.

"Saya mengajak kita semua untuk aktif dalam peringatan Hari Donor Darah Sedunia (HDDS) 2022. Karena saat ini sudah banyak sekali pos-pos donor darah melalui berbagai fasilitas pelayanan masyarakat. Ini sebaiknya rutin dilakukan," ujar Khofifah, Selasa (14/6).

Dia berharap peringatan HDDS 2022 menjadi momentum agar masyarakat semakin banyak yang berkomitmen melakukan donor darah. Tidak sekadar menyelamatkan nyawa, tapi juga dapat meningkatkan solidaritas kemanusiaan.

"Para pendonor darah aktif merupakan social capital (modal sosial) yang dimiliki Jawa Timur. Mereka dengan sukarela tanpa dibayar untuk mendonorkan darahnya kepada masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Khofifah berharap kegiatan donor darah ini diikuti dengan sistem regenerasi yang diikuti oleh setiap jenjang pendidikan sekolah. "Di sisi lain, saat ini para generasi muda juga dapat membantu meningkatkan minat masyarakat untuk menyadari pentingnya melakukan donor dengan memanfaatkan media sosial. Terutama manfaat kesehatan bagi tubuh apabila melakukan donor secara teratur," jelasnya.

Berdasarkan data dari PMI Jatim, tahun 2020, dalam satu tahun sebanyak 310 pendonor melakukan transfusi darah sebanyak 100 kali, lalu ada 449 pendonor melakukan transfusi sebanyak 75 kali, 1317 pendonor melakukan donor sebanyak 50 kali dan 4.207 pendonor melakukan donor darah sebanyak 25 kali.

Sementara pada tahun 2021, sebanyak 111 pendonor melakukan donor darah sebanyak 100 kali. Lalu, 552 pendonor yang melakukan transfusi darah sebanyak 75 kali. Selain itu, 777 pendonor yang melakukan donor darah sebanyak 50 kali dan 3781 pendonor yang melakukan transfusi darah sebanyak 25 kali.

"Melandainya jumlah kasus Covid-19 di Jawa Timur dapat kembali meningkatkan kesadaran masyarakat untuk kembali peduli dengan kebutuhan kantong darah yang semakin meningkat," pungkasnya. (mus/rek) Editor : Lambertus Hurek
#Penyintas covid donor darah #Donor darah di Jatim #Khofifah donor darah #Data donor darah Jatim