Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi langsung menyerahkan ijazah yang sudah ditebus itu kepada ratusan siswa di Gedung Convention Hall, Jalan Arif Rahman Hakim Surabaya, Selasa (14/6).
Cak Eri mengatakan, sebenarnya ada lebih dari 729 pelajar SMA sederajat yang ijazahnya masih ditahan pihak sekolah. Namun, saat ini Baznas masih terus menyelesaikan proses klarifikasi jumlah ijazah pelajar tersebut.
Cak Eri menegaskan, ijazah tersebut penting karena menjadi hak para lulusan SMA/SMK yang digunakan untuk mengejar cita-cita yang lebih tinggi. Sehingga, dokumen kelulusan wajib dibawa atau dimiliki oleh lulusan sekolah.
"Alhamdulillah, hari ini (kemarin, Red) anak-anakku semua bisa menerima ijazah yang memang menjadi haknya kalian semua. Karena bagaimanapun ijazah ini sangat penting untuk meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi ataupun untuk bekerja," tutur Cak Eri.
Mantan kepala Bappeko Surabaya itu memastikan upaya untuk membantu pelajar SMA/SMK sederajat di Surabaya akan terus dilakukan. Sebab, ia menginginkan ke depan tidak ada lagi ijazah pelajar yang ditahan oleh pihak sekolah.
"Kita terus lakukan dan koordinasi dengan dinas pendidikan provinsi. Semoga tidak ada lagi anak-anak Surabaya yang tidak bisa menebus ijazahnya karena ada utang," tegas Cak Eri.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Surabaya. Sebab, uang yang digunakan untuk tebus ijazah itu berasal dari zakat yang dibayarkan para ASN melalui Baznas.
"Memang zakat adalah kewajiban. Sekarang bisa dilihat bahwa zakat yang diberikan itu bisa membahagiakan sesama umat. Anak-anak kita yang tidak bisa mendapatkan ijazah akhirnya bisa mendapatkan," pungkasnya. (rmt/rek) Editor : Lambertus Hurek