"Si pria belum teridentifikasi. Masih kami cari dan dilakukan pendalaman," ujar Risky, Kamis (2/6).
Dari rekaman CCTV, lanjut Risky, si pria yang diduga sebelumnya menginap bersama korban tidak terekam jelas. Dia keluar hotel sekitar pukul 03.00. Pria tersebut memakai topi, masker, hodie hitam dan celana jins. Meski demikian, penyidik masih mengejar pria misterius itu.
Selain memeriksa CCTV dan saksi, jenazah korban Sofiah juga sudah diotopsi di RSUD dr Soetomo, Surabaya, Rabu malam (1/6). Namun, hasil otopsi belum dibeberkan kepada media terkait penyebab kematian korban.
Namun, berdasarkan sumber kepolisian, korban meninggal dunia karena paru-paru kemasukan air atau tenggelam. "Kami masih dalami dahulu dan nunggu hasil otopsi," tegas Risky.
Hal senada dikatakan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Mirzal Maulana. Pihaknya masih menunggu hasil otopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. "Tim masih lidik. Semua didalami. Kita profesional dan sesuai prosedur," ungkap Mirzal.
Sementara itu, mantan suami korban, Mashudi, 60, menyatakan mendapat kabar kematian korban pada Rabu (1/6) sekitar pukul 14.00. Setelah menerima kabar dari pengurus kampung, Mashudi bersama anaknya ke kamar mayat RSUD dr Soetomo. Selesai otopsi, jenazah dibawa ke rumah duka dan disalatkan. Jenazah lalu dimakamkann di pemakaman umum Tanah Kali Kedinding.
"Terakhir kali ketemu 10 Mei 2022 lalu. Ke sini mengunjungi anaknya silaturahmi setelah puasa," katanya kepada Radar Surabaya.
Sofiah sendiri sudah cerai dengan Mashudi sejak 2019 lalu. Namun, Mashudi sebenarnya masih membuka peluang untuk korban tinggal di rumahnya. Pada Sabtu (14/5) lalu, anaknya juga sempat menelpon korban. Namun, beberapa saat kemudian terputus karena pulsa habis.
"Sebelum kejadian Minggu malam (29/5) saya mimpi dia (korban) pulang. Oleh karena itu, Senin, Selasa pintu nggak saya kunci," bebernya. Namun, bukannya pulang ke rumah, Sofiah malah dikabarkan meninggal dunia di hotel Jalan Pasar Kembang.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak ini mengungkapkan, setelah cerai korban tinggal di sekitar Terminal Kudus. Sehari-hari korban mengamen di sekitar terminal. Korban sendiri asalnya dari Jepara.
"Semalam juga dilihatkan video CCTV oleh polisi. Tapi saya tidak kenal pria tersebut. Si pria memakai topi, masker, celana jins. Usia sekitar 30 sampai 35 tahun," bebernya.
Bapak empat anak ini berharap penyebab kematian korban segera terungkap dengan jelas. Ia juga tidak berani menduga-duga terkait kematian korban.
"Riwayat sakit jantung, paru-paru nggak ada. Ibu punya riwayat sakit ginjal. Saya enggak berani menduga, saya serahkan proses ke polisi," tandasnya. (rus/rek) Editor : Lambertus Hurek