Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Harga Migor Masih Tinggi, Khofifah Sidak Pasar Soponyono Rungkut

Lambertus Hurek • Jumat, 27 Mei 2022 | 02:52 WIB
BELUM STABIL: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran forkopimda memantau harga minyak goreng di Pasar Soponyono, Rungkut, Surabaya, Kamis (26/5).  (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
BELUM STABIL: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran forkopimda memantau harga minyak goreng di Pasar Soponyono, Rungkut, Surabaya, Kamis (26/5). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Harga minyak goreng (migor) masih fluktuatif meski pemerintah sempat melarang ekspor migor. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran forkopimda pun memantau harga minyak goreng di Pasar Soponyono, Rungkut, Surabaya, Kamis (26/5).

Pemantauan ini bertujuan untuk melihat harga minyak goreng curah sesuai standar harga eceran tertinggi (HET) Rp 15.500 per kilogram. Di Pasar Soponyono, Rungkut, ada migor yang dijual sesuai standar Rp 15.500 per kilogram. Namun, ada juga yang dijual hingga Rp 16.500.

“Ini artinya posisinya sudah mengalami penurunan dari harga yang pernah mencapai 20 ribu per kilogram," ujar Khofifah.

Menurut dia, yang terpenting saat ini adalah suplainya relatif mengalir. Ada yang harus order tiga hari sekali agar kebutuhan minyak goreng terpenuhi.

Khofifah memaparkan, kebutuhan minyak goreng curah di Jatim 35.4000 ton per bulan. Suplainya 19.2000 ton. “Jadi, masih 55,7 persen dari kebutuhan minyak goreng curah di Jatim," terangnya.

Khofifah mengatakan, 10 industri minyak goreng di Jatim mampu memasok minyak goreng 19.2000 ton. "Jadi, masih ada kekurangan suplai yang lain. Nah, kita akan mencoba memaksimalkan suplai minyak goreng supaya bisa terpenuhi," jelasnya.

Secara keseluruhan, menurut dia, dari pantauan sistem informasi minyak goreng murah yang terkonfirmasi di 116 pasar tradisional di Jatim kisaran harganya antara Rp 16.000 sampai 16.500 16.700 per kilogram.

“Kalau suplainya lebih besar lagi, insya Allah, akan bisa lebih merata. Di sini (Pasar Soponyono) antar toko beda harga. Tapi kita sudah menemukan toko yang menjual sesuai HET Rp 15.500 per kilogram," jelasnya.

Berdasar sistem ketersediaan dan perkembangan harga bahan pokok (siskaperbapo) yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Timur, harga rata-rata minyak goreng, Kamis (26/5), mencapai Rp 16.646 per kilogram. Harga rata-rata tertinggi di Kabupaten Tulungagung Rp 19.500 dan harga rata-rata terendah di Kabupaten Magetan Rp 14.400.

Sementara itu, di sejumlah pasar di Surabaya harga komoditas ini juga turun meskipun belum HET. Di Pasar Genteng Rp 16.000, Pasar Keputran Rp 16.500, Pasar Pucang Anom Rp 16.000, Pasar Tambakrejo Rp 16.000, dan Pasar Wonokromo Rp 16.000. (mus/rek) Editor : Lambertus Hurek
#pasokan migor belum stabil #harga migor Jatim tinggi #Forkopimda Jatim pantau migor #Khofifah sidak migor rungkut