Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Hidupkan Kawasan Kota Tua, Gelar Festival Rujak Uleg di Minggu Malam

Administrator • Minggu, 22 Mei 2022 | 12:19 WIB
Photo
Photo
SURABAYA-Pasca pandemi, Pemkot Surabaya menggelar berbagai macam event di ruang terbuka untuk merayakan Hari Jadi Kota Surabaya ke 729 pada tahun ini. Pada hari Minggu (22/5), Festival Rujak Uleg yang sudah vakum selama dua tahun akibat pandemi akan kembali digelar dengan diikuti oleh 780 peserta.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olah Raga (Disbudparpora) Surabaya, Wiwiek Widayati mengatakan, pemkot akan menghidupkan kembali wisata di kawasan Kembang Jepun dengan menggerakkan kembali ekonomi masyarakat.

Karena itu dalam gelaran Festival Rujak Uleg tahun ini juga melibatkan UMKM rujak cingur dan makanan serta minuman di Kota Pahlawan. Dan salah satu yang berbeda dari gelaran Rujak Uleg kali ini adalah digelar pada malam hari.

"Biar suasananya lebih romantis juga,” ucap Wiwiek Widayati saat jumpa pers di kantor Kominfo Surabaya, Selasa (17/5) lalu.

Sebelumnya, Festival Rujak Uleg yang sudah melegenda dan menjadi agenda pariwisata andalan Kota Pahlawan digelar pada pagi atau siang hari. Sejak kali pertama digelar pada 2007 lalu, baru kali ini Festival Rujak Uleg digelar pada malam hari.

“Kami memang sengaja menggelar Festival Rujak Uleg pada malam hari karena kami punya konsep besar untuk mem-branding kota tua di Surabaya Utara ini, terutama di wilayah kya-kya,” terangnya.

Menurut dia, selama ini wilayah eks Kya-Kya Kembang Jepun itu sudah cukup ramai di pagi dan siang hari. Namun sebaliknya, wilayah di utara Kota Surabaya sangat sepi di malam hari. Karena itu, Festival Rujak Uleg digelar malam hari untuk menghidupkan suasana malam di Kota Tua Surabaya tersebut.

Rujak uleg atau rujak cingur baru saja ditetapkan sebagai warisan tak benda oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada tahun 2021 lalu.

Makanan khas Surabaya ini dinamakan rujak cingur karena menggunakan cingur atau moncong sapi sebagai bahan utama. Selain cingur, di dalamnya juga terdapat irisan buah dan sayur, tahu, tempe, dan lontong. Kemudian disiram saus atau sambal berupa adonan petis dan bumbu kacang.

Soal asal mula rujak cingur di Surabaya diketahui sejak zaman Belanda atau tepatnya di tahun 1930-an. Pegiat sejarah Surabaya, Nur Setiawan menuturkan, rujak uleg atau rujak cingur awal mula dibawa oleh para pendatang dari Madura.

Karena Surabaya merupakan kota bisnis dan perdagangan sehingga peluang untuk bertahan hidup di kota Surabaya saat itu sangat besar. “Saat itu pendatang dari Madura ingin bertahan hidup. Kemudian muncul ide untuk menjual rujak cingur. Sehingga nama rujak cingur melekat menjadi makanan khas Surabaya,” tutur pegiat dari komunitas Surabaya Historical Community ini. (rmt/nur)

  Editor : Administrator
#HUT Surabaya #Kuliner Khas Suroboyo