Sementara itu, Stella Patricia, 17, selamat dan masih menjalani perawatan. Ibu kandung Titis Hermin, Lasmi, 62, mengatakan, sebelum pulang, Minggu malam (15/5) Titis sempat memberi kabar bahwa akan pulang ke Benowo, Surabaya, Senin (16/5) sekitar pukul 05.00.
"Titis pesan nasi tiga bungkus untuk anaknya karena jam lima pagi katanya nyampe rumah," ujarnya kepada Radar Surabaya, Selasa (17/5).
Senin (16/5) pagi itu, Lasmi sudah jualan sembako di Pasar Benowo seperti biasa. Ia kemudian memesan tiga bungkus nasi untuk sarapan cucunya. Namun, setelah lewat pukul 06.00 Titis tak kunjung mengambil nasi ke pasar.
Kemudian Lasmi berinisiatif pulang ke rumah mengantarkan nasi. Saat pintu diketuk, Titis ternyata belum pulang.
"Kulo (saya) telpon Titis nyambung tapi mboten (tidak) diangkat. Kemudian telpon cucu saya Stella katanya sudah di rumah sakit," bebernya.
Mendapat kabar anaknya kecelakaan, Lasmi syok dan sedih. "Titis anak saya nomor satu dari tiga saudara," paparnya.
Perempuan 62 tahun ini menjelaskan, Titis dan Sony menikah sejak tahun 2004. Mereka dikaruniai tiga anak: Stella Patricia, 17, Steven Arthur A, 10, dan Stevani Grasia, 14.
Sehari-hari, kata Lasmi, Titis bekerja jualan sembako di Pasar Benowo. Sementara suaminya bekerja sebagai tenaga sipil di TNI Angkatan Laut. Menurut Lasmi, sosok Titis merupakan anak yang baik.
"Cucu saya Stella sudah dioperasi patah tulang paha kiri. Saat ini masih di RS Petrokimia," bebernya.
Selain kehilangan anaknya, keponakannya juga menjadi korban. Yakni Dianny Astrelia, 40, warga Jalan Kauman RT 03, Benowo. "Anaknya Diany, Gibran, 7, tahun juga tidak ada (meninggal). Diany itu anaknya kakak saya," paparnya.
Ia melanjutkan, kakaknya juga menjadi korban kecelakaan dan meninggal dunia. Dia adalah Asminah, 64, warga Benowo RT 01. Anak Asminah, Dedi Purnomo, 48, dan istrinya Fitasari, 36, juga meregang nyawa.
"Kemudian menantunya Asminah, namanya Ainur Rofik juga meninggal. Tetangga saya, Maftukah, samping rumah juga meninggal dunia," terangnya. (rus/rek) Editor : Lambertus Hurek