"Dari 29 orang, 28 orang merupakan warga Pakal, satu orang warga Benowo. Jadi, hampir semuanya warga Pakal," kata Tranggono.
Keberangkatan warga Pakal ke Dieng, menurut Tranggono, merupakan inisiatif sendiri, bukan atas nama RT/RW. Mereka berangkat sejak Sabtu (14/5) dan baru pulang Senin (16/5) pagi.
"Kebanyakan warga yang ikut rombongan ada tiga RW, yakni RW 1, RW 2, dan RW 4 Kelurahan Benowo. Jadi, banyak yang satu keluarga, suami istri, bahkan bapak ibu atau mertua," terangnya.
Pihaknya juga menyiapkan 12 liang lahat di Makam Benowo karena satu orang jenazah langsung dibawa ke Kedamaian, Gresik.
Sementara itu, pihak Jasa Raharja Surabaya terlihat hadir dalam upacara pemakaman di Benowo kemarin. Mereka hadir untuk memastikan ahli waris dari keluarga korban yang meninggal dunia.
"Kami koordinasikan dengan camat, lurah, dan RT berkaitan identifikasi," kata Kepala Jasa Raharja Surabaya I Wayan Pice.
Jasa Raharja akan memberikan santunan kepada korban yang mengalami luka-luka, Selasa (17/5). Wayan menyebut nilai santunan untuk korban meninggal dunia yang memiliki ahli waris sah senilai Rp 50 juta.
Korban meninggal yang tidak memilih ahli waris mendapatkan biaya penguburan Rp 4 juta. “Korban yang dirawat di RS biaya pengobatan maksimal Rp 20 juta,” katanya. (rmt/rek) Editor : Lambertus Hurek