"Setelah didata semua korban adalah warga Surabaya dari RW 3 RT 2 Kelurahan Benowo, Kecamatan Pakal. Jadi, Pak Wali memerintahkan kami untuk pendampingan dan kirim ambulans," ujar Sekretaris BPBD Surabaya Ridwan Mubarun saat mendampingi keluarga korban di RSUD Wahidin Sudirohusodo, Mojokerto, Selasa (16/5).
Ridwan menjelaskan, semua ambulans dikerahkan supaya tidak memberatkan beban penderitaan keluarga korban. Sekaligus membantu kepulangan jenazah dari rumah sakit ke rumah duka.
"Korban kebanyakan parah. Ada anak kecil yang dalam perawatan dan rata-rata mereka patah tulang rusuk punggung. Jadi, perlu operasi dan dirawat di Surabaya," terangnya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi begitu terpukul dengan musibah yang menimpa warganya tersebut. Cak Eri langsung membesuk para korban di RS Citra Medika, Mojokerto. "Beliau memberikan doa terbaik terhadap korban, sekaligus menyampaikan harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Ridwan.
Senada dengan Cak Eri, Wakil Wali Kota Surabaya Armudji juga menyatakan rasa dukacita mendalam atas kejadian nahas tersebut. Selain itu, ia terus memantau proses evakuasi jenazah dan penanganan bagi korban luka.
“Pemerintah Kota Surabaya mengirimkan delapan unit ambulans ke RSUD Wahidin Mojokerto untuk membawa sejumlah jenazah warga Surabaya yang menjadi korban kecelakaan bus," ujar Cak Ji, sapaan akrabnya.
Menurut wawali, Pemkot Surabaya berkonsentrasi untuk memberikan penanganan terbaik bagi korban luka serta mempersiapkan pemakaman bagi korban meninggal. "Untuk jangka panjang, kami minta kelayakan bus pariwisata, khususnya perlu menjadi perhatian. Jangan menunggu kejadian baru kita baru bertindak," tegasnya. (rmt/rek) Editor : Lambertus Hurek