Pihak korban sudah berusaha meminta pertanggungjawaban ke suami dan keluarga pelaku. Namun, setelah didatangi di rumahnya pelaku dan suaminya tidak ada di rumah. Nomor ponsel keduanya juga sudah tidak aktif.
"Sudah saya datangi ke rumah orang tuanya juga," ujar Ema, Minggu (15/5).
Ema menjelaskan, awalnya pelaku diterima bekerja sebagai ART. Ia tak menduga YL akan berbuat jahat. Setelah bekerja selama dua pekan, gelagat pelaku mulai terlihat. Tiba-tiba ponsel korban raib. Pelaku juga kabur dari rumahnya.
"Dia sempat minta maaf. Mau balikin HP tak tunggu sampai habis Lebaran tidak ada," paparnya.
Ema menyebut saat dihubungi nomornya sudah diblokir. Ketika didatangi di rumahnya pelaku sudah tidak ada. "Sudah saya datangi ke rumah ibunya. Kata ibunya penggaweane (pekerjaan) mencuri," ucapnya.
Merasa kesal tidak ada itikad baik, akhirnya korban melaporkan pelaku ke Mapolsek Sawahan. "Pelaku belum tertangkap. Yang diambil HP, kerugian sekitar Rp 2,2 juta," tegasnya. (rus/rek) Editor : Lambertus Hurek