Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Terjunkan Dokter Hewan Periksa Sapi, Antisipasi PMK di Surabaya

Lambertus Hurek • Kamis, 12 Mei 2022 | 03:46 WIB
CEGAH PENYAKIT: Tim dokter hewan memeriksa kesehatan sapi di sebuah peternakan di kawasan Pakal, Surabaya, Rabu (11/5). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
CEGAH PENYAKIT: Tim dokter hewan memeriksa kesehatan sapi di sebuah peternakan di kawasan Pakal, Surabaya, Rabu (11/5). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
SURABAYA – Antisipasi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi terus dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya. Sejumlah dokter hewan diturunkan untuk mengecek hewan ternak yang ada di Kota Surabaya. Ini karena penyakit ini sangat cepat menular.

Para dokter hewan memeriksa suhu badan hewan, kondisi kesehatan hingga pemberian vitamin disertai suntikan antibiotik pada leher sapi. Di peternakan sapi kawasan Pakal, Rabu (11/5), delapan ekor sapi dicek kesehatannya.

Dokter hewan DKPP Surabaya Rizal Maulana Ishaq mengatakan, pihaknya melihat keadaan sapi terlebih dahulu. Apakah sapi itu sedang dalam posisi berdiri atau duduk. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan pada daerah sekitar mulut.

"Kalau tidak ada bercak-bercak merah seperti luka yang mengeluarkan darah, maka hewan tersebut masuk dalam kategori aman atau hewan sehat," kata Rizal.

Pemeriksaan dilanjutkan pada bagian yang sama pada daerah sekitar mulut, apakah mengeluarkan busa atau tidak. Sebab, hewan yang telah terjangkit PMK akan sering mengeluarkan air liur. Sebab, hewan yang terjangkit itu tidak memiliki nafsu makan.

"Suasana tubuhnya asam, jadi mengeluarkan liur cukup banyak. Sapi-sapi yang diperiksa ini tidak ada tanda-tanda tersebut," imbuhnya.

Adapun pemeriksaan ketiga dilakukan pada tubuh bagian bawah atau kaki sapi. Dokter hewan akan melihat apakah terdapat luka atau tidak. Jika tidak ada luka, maka sapi tersebut masuk dalam kategori aman atau sehat. Hanya saja, terdapat dua ekor sapi yang kedapatan memiliki luka pada bagian kaki.

"Tapi, saat kita cek, luka ini diakibatkan goresan paving. Biasanya setelah posisi duduk ke posisi berdiri rawan terjadi goresan. Tetapi secara keseluruhan, semua sapi yang kita cek dinyatakan sehat," terangnya.

Sapi-sapi yang sehat diberikan suntikan vitamin. Sedangkan beberapa sapi yang mengalami luka atau goresan diberikan suntikan vitamin dan antibiotik untuk mempercepat pengeringan luka.

"Secara keseluruhan, delapan sapi milik peternak dinyatakan sehat. Hanya tinggal menunggu lukanya segera kering," ujarnya.

Rizal mengimbau para peternak di Kota Surabaya untuk tidak membeli hewan ternak dari daerah yang sudah terkonfirmasi positif PMK. Juga harus berhati-hati terhadap peternak lain yang sering bertamu ke kandang ternak miliknya.

"Kalau ada orang lain keluar masuk ke kandang, jangan lupa disemprot desinfektan. Jika sudah bertemu dengan orang lain di kandang ternak tetangga dan hendak masuk ke kandangnya sendiri, disarankan untuk mengganti pakaian terlebih dahulu dan harus meningkatkan sanitasi atau kebersihan kandangnya," jelasnya.

Rizal mengakui terdapat kasus suspek dan langsung ditindaklanjuti oleh Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) dan Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Sampelnya sudah diambil. "Kita menunggu hasilnya selama tiga hari. Semoga hasilnya negatif," ujarnya.

Di Surabaya ada sekitar 600 peternak sapi daging dan sapi perahan. Sedangkan peternak kambing dan domba ada 996 orang. Para peternak kambing atau domba dan sapi yang sudah terdata resmi akan diperiksa secara bergiliran. Total populasi kambing atau domba di Surabaya sebanyak 1.500 ekor dan populasi sapi 350 ekor.

"PMK sama sekali bukan penyakit zoonosis dan tidak menular kepada manusia. Maka, masyarakat dipersilakan makan daging dan dipastikan aman," ungkapnya.

Sementara itu, pemilik peternakan di Kecamatan Pakal, Suyatno, mengatakan pemeriksaan hewan ternak ini sangat penting untuk kewaspadaan wabah PMK. Ia bersyukur karena delapan sapi miliknya telah dinyatakan sehat.

"Alhamdulillah, di tempat saya tidak ditemukan penyakit berbahaya seperti PMK. Dipastikan hewan ternak saya sehat semua," ujar Suyatno. (rmt/rek) Editor : Lambertus Hurek
#tanda sapi PMK #periksa sapi surabaya #cegah sapi gila #kasus PMK di Jatim #PMK sapi surabaya