Untuk memastikan jajarannya masuk kerja di hari pertama pascalibur Lebaran, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan pengecekan seluruh jajarannya. "Kita tanyakan alasannya (yang absen).
Jika sakit atau memiliki keperluan yang tidak bisa ditunda, akan diberikan izin. Tapi, kalau tidak, maka sanksi akan berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” kata Wali Kota Eri.
Setelah libur panjang, Cak Eri optimistis ekonomi Kota Pahlawan kembali bangkit. Sebab, pemkot telah membuka berbagai akses transaksi ekonomi selama PPKM level 1. “Ekonomi akan bergerak terus,” tegasnya.
Setelah halalbihalal, Cak Eri mengecek pelayanan di RSUD dr Soewandhie. Ia terlihat menyapa para pasien yang sedang mengantre. Bahkan, ia meminta masukan dari para pasien tentang pelayanan yang perlu ditingkatkan di RS milik Pemkot Surabaya itu. "Jadi, pasien bisa memilih hari pelayanan. Kalau sudah penuh bisa pindah hari," ujarnya.
Selain itu, Cak Eri bersama manajemen RSUD dr Soewandhie mem-breakdown skema pelayanan di masing-masing poli. Mulai dari paru, jantung, bedah umum, THT, gigi, ortopedi, bedah syaraf, mata, dan poli lainnya. Berbagai sistem yang kelihatan lamban langsung dicarikan solusinya supaya lebih cepat.
"Saya minta jajaran rumah sakit untuk bergerak cepat, mengurai masalah sekecil apa pun dan segera mencari solusi," ujarnya.
Cak Eri juga meminta agar orang-orang yang bertugas di front office punya kualifikasi khusus. Bahkan, ia ingin melatih mereka secara khusus supaya komunikasi mereka dengan warga bisa lebih baik.
"Melalui berbagai perbaikan, mudah-mudahan pelayanan di RSUD dr Soewandhie dan puskesmas bisa semakin membaik," tuturnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Surabaya Armudji menjelaskan, Pemkot Surabaya akan memulai melakukan pengawasan untuk penduduk pendatang pada 9-13 Mei. Para camat dan lurah diharapkan melaksanakan pengawasan kepada warga pendatang yang masuk ke Kota Surabaya.
“Kegiatan pengawasan warga pendatang ini juga melibatkan ketua RW dan ketua RT. Apabila pendatang tidak memiliki tujuan yang jelas diminta untuk kembali ke daerah asal,” ujar Armudji. (rmt/rek) Editor : Lambertus Hurek