Khofifah didampingi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, General Manager Kenpark Paul Steven, dan beberapa pejabat Pemprov Jatim. Tercatat 17 orang menjadi korban dalam insiden tersebut. Korban yang mayoritas anak-anak dan remaja telah mendapat penanganan medis di RSUD dr Soetomo dan RSUD dr Soewandhi.
Dalam kunjungannya, Khofifah menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan berbagai pihak. Di antaranya, Wali Kota Surabaya dan pengelola Kenpark guna melakukan investigasi menyeluruh atas penyebab tragedi tersebut.
"Kami melihat di lapangan ada bagian dari cycle waterpark yang patah," ungkapnya.
Khofifah menuturkan, menurut penjelasan manajemen Kenpark, wahana perosotan telah mengalami proses kalibrasi tahun lalu. Bahkan, kalibrasi berkala juga telah dilakukan dua tahun lalu.
Sementara itu, proses investigasi juga tengah berjalan, baik dari kepolisian maupun yang utama dari pihak konstruksi, White Water Canada. "Kita berharap bahwa proses investigasi yang tengah dilakukan oleh Polres Tanjung Perak dan White Water Canada bisa membuat kejadian ini menjadi terang benderang," jelasnya.
Di samping investigasi, pemerintah juga memprioritaskan penanganan medis hingga terapi psikososial bagi para korban. Selain cedera fisik, proses penyembuhan trauma (trauma healing) bagi pada korban juga diharapkan bisa beriring di dua rumah sakit serta berlanjut sampai ke rumah.
Mantan Menteri Sosial itu menyampaikan rasa prihatin atas kejadian ini. Ia berharap semua korban lekas membaik, seluruh keluarga korban yang tertimpa musibah diberi kesehatan, kesabaran dan kekuatan oleh Allah. SWT.
"Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi seluruh penyelenggaraan wahana wisata, khususnya waterpark dan yang serupa. Semua kepala daerah saya minta melakukan pengecekan ulang atas wahana wisata yang ada. Pastikan proses kalibrasi dilakukan secara rutin. Pastikan semua alat permainan aman dan laik digunakan," terangnya. (mus/rek) Editor : Lambertus Hurek