Salah satu penumpang, Tini mengaku memilih kembali ke Surabaya pasca mudik di hari Minggu karena ia sudah mulai bekerja di hari Senin (9/5). Tini yang mudik ke Cepu tersebut terlihat membawa barang bawaan banyak ketika turun dari bus.
"Ya ini balik dari kampung setelah mudik. Lumayan seminggu libur. Jadi sekarang balik ke Surabaya karena besok (hari ini, Red) sudah masuk kerja," ujar Tini, Minggu (8/5).
Tini mengaku selama perjalanan menuju ke Surabaya bus dalam kondisi penuh, bahkan banyak dari penumpang yang berdiri. "Tadi penuh banget, sampai ada yang nggak kebagian tempat duduk," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala UPT Terminal TOW Imam Hidayat mengatakan, kedatangan penumpang di TOW terlihat dalam meningkat dalam dua hari ini, Sabtu dan Minggu . Namun lonjakan arus balik terlihat di hari Minggu, karena Senin para pekerja dan anak-anak sekolah mulai beraktivitas normal, pasca libur lebaran.
"Kedatangan penumpang dari daerah ke Surabaya lebih meningkat hari ini. Dari data ada sekitar 2.000 lebih penumpang. Sedangkan kemarin (Sabtu) ada 1.071 penumpang yang datang. Lonjakan terjadi hari Minggu karena Senin sudah mulai kembali beraktivitas, seperti pekerja maupun anak-anak sekolah," kata Imam, Minggu (8/5).
Sedangkan untuk keberangkatan atau penumpang yang hendak pulang ke daerah masing-masing melalui Terminal TOW relatif sedikit, rata-rata 400 orang. Meski demikian, Imam mengaku, terus memantau pergerakan penumpang di arus balik hingga 13 Mei mendatang.
"Posko mudik dan arus balik ini hingga 13 Mei. Jadi kami pantau terus," terang mantan Kepala UPT Purabaya tersebut.
Ia menambahkan, penumpang paling banyak dari Sembayat-Paciran dan Bojonegoro-Cepu. Sedangkan untuk armada bus, Imam menyebut, masih bisa teratasi untuk mengangkut penumpang. Pihaknya menyediakan 120 unit armada setiap hari untuk mengangkut penumpang.
"Penambahan armada selama ini belum ada. Kalau ada penambahan kita koordinasikan dengan PO (perusahaan otobus) dan kita juga menghubungi DAMRI," tuturnya.
Selama mudik dan arus balik, Imam menyebut, penumpang di Terminal TOW meningkat hingga 80 persen lebih dibandingkan dengan hari-hari biasa. "Alhamdulillah ini mulai meningkat. Semoga nantinya akan kembali meningkat. Karena selama ini TOW masih relatif sepi," harapnya.
Oleh karena itu, ke depan Imam akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya maupun Dishub Provinsi Jatim untuk trayek bus yang sampai saat ini masih belum digunakan, meski Terminal TOW yang merupakan Terminal tipe A itu sudah menyiapkan tiga trayek bus, yakni Solo, Yogyakarta dan Semarang. Izin trayek tersebut sampai saat ini masih berlaku.
"Kita akan laporkan ke pimpinan untuk jalur trayek yang tidak aktif bisa untuk diaktifkan kembali. Agar kebutuhan armada di TOW bisa terpenuhi. Dan penumpang tidak kesulitan mencari bus yang akan menjadi tujuan," ungkapnya.
Seperti diketahui, izin trayek di Terminal TOW akan habis lima tahun sekali. Apabila tidak digunakan maka pihaknya akan menonaktifkan trayek tersebut. (rmt/nur) Editor : Lambertus Hurek