Kepala Bidang Bangunan Gedung DPRKPP Iman Kristian Maharhandono mengatakan, bunker tersebut sudah rampung akhir tahun lalu. Namun saat ini masih menunggu penggunaan secara formal. "Sepertinya penggunaan secara formal dibarengi sama peresmian," kata Iman, Kamis (14/4).
Rencananya pengunaaan bungker seluas 120 meter tersebut akan digunakan oleh untuk industri kreatif. "Rencananya akan digunakan sebagai co-working space dan tempat menaruh displai industri kreatif," ujarnya.
Adapun perbaikan bungker tersebut meliputi perbaikan eksterior dan interior dan membuat kamar mandi. Namun pihaknya tidak mengubah bangunan tersebut, hanya diperbagus saja, lantaran bangunan itu merupakan cagar budaya.
"Bangunannya memang tidak kami ubah sama sekali. Kami hanya memperbagus dan membenahi bebarapa kerusakan saja. Kita buatkan toilet di dekat area tetapi tetap tidak mengubah keaslian bungker,” jelasnya.
Revitalisasi bungker cagar budaya itu menelan anggaran sekitar Rp 200 juta lebih, yang pengerjaannya dimulai 2020 lalu. Sebelumnya kondisi Bungker Tegalsari ini dipakai untuk kantor Satgas Pekerjaan Umum Bina Marga, lalu beralih tempat penyimpanan peralatan siaga bencana oleh BPB Linmas. Lalu dialihfungsikan menjadi tempat fasilitas ekonomi ke depannya.
Sementara itu di dalam bangunan itu ada dua bunker yang memiliki bentuk yang berbeda. Satu bungker berbentuk bundar mirip gudang. Satu bunker lagi mirip lorong menuju ruang bawah tanah.
Bangunan keduanya juga terpisah. Jika dilihat, mungkin jaraknya 5 meter. "Jadi kami akan manfaatkan yang bunker bundar itu," pungkasnya. (rmt/nur) Editor : Lambertus Hurek