Eksavator dan perahu karet diterjunkan untuk mengangkut sampah dan sedimen sungai. Dalam kerja bakti massal tersebut ditemukan begitu banyak sampah di sungai. Masyarakat dinilai kurang kesadaran untuk menjaga kebersihan sungai.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro turun langsung ke sungai menggunakan perahu karet. Ia menemukan banyak tumpukan sampah. Mulai sampah plastik, kain, hingga popok bayi yang dibuang di sekitar bantaran sungai. "Sampahnya paling banyak plastik. kain, dan popok," kata Hebi.
Kurangnya kesadaran masyarakat dalam membuang sampah, menurut dia, perlu tindakan tegas. Pihaknya akan menerjunkan tim yustisi setiap hari. Anggota tim juga telah ditambah. "Sampai di sungai ini (Asemrowo) terlalu banyak. Masyarakat perlu dicereweti biar nurut. Setiap hari tim yustisi kami turun," tegasnya.
Selain di Asemrowo, pembersihan sungai juga dilakukan di tempat lain. Seperti sungai di Tambak Wedi sepanjang 6.178 meter dengan lebar 27 meter serta saluran di kawasan Bukit Barisan.
Menurut Hebi, saluran Asemrowo dan Tambak Wedi merupakan saluran air primer di Kota Surabaya. Saluran di Tambak Wedi terbagi menjadi dua zona, yaitu sisi Pegirian dan Kali Tebu. Saluran di segmen Bukit Barisan pun kerap memiliki level ketinggian air yang tinggi.
"Kita pilih yang banyak sampahnya dan banyak perawatannya sulit. Kemarin sudah ada upaya membuat jaring di sisi timur, tapi tidak efektif karena sampahnya ternyata dari selatan," terangnya.
DLH mengerahkan sekitar 500 petugas, kader lingkungan, hingga petugas bank sampah khusus untuk Asemrowo. Kemudian ada delapan truk pengangkut sedimen dan sampah sungai.
Kegiatan ini juga dibantu perusahaan swasta. Pemkot juga mendapat bantuan kapal ponton berukuran 200 feet. Kapal ini akan digunakan selama empat bulan. "Ponton itu untuk membersihkan drainase di Asemrowo dan Kali Tebu,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, kerja bakti bersih-bersih sungai itu patut diapresiasi. Kegiatan tersebut sebagai upaya untuk menjadikan Kota Surabaya semakin bersih, sehat, dan asri.
“Semoga gerakan ini dapat meningkatkan tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta menginspirasi perusahaan lain untuk ikut membantu menjaga kelestarian lingkungan di kota tercinta kita ini,” katanya. (rahmat/rek) Editor : Lambertus Hurek