Salah satu pengunjung, Agustin Eka mengaku senang dengan adanya tempat jajajan itu. Karena tempatnya yang nyaman juga bisa buat berfoto ria. Apalagi saat malam hari. "Bagus ini tempatnya. Saya baru tahu ya dari Instagram. Buat foto-foto juga keren. Lampungnya eksotik banget kalau malam hari," kata mahasiswi tersebut.
Rata-rata pengunjung yang mampir di foodcourt Alun-Alun Surabaya itu setelah keliling sekitar Alun-Alun maupun basemen. "Ya ini baru jalan-jalan dari sekitar Alun-Alun terus kok ada food courtnya. Akhirnya mampir," ujar Aditya.
Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum dan Gedung Seni Balai Budaya Saidatul Ma’munah mengatakan, dengan dibukanya Alun-Alun akan membangkitkan perekenomian di Surabaya.
Karena ada foodcourt yang disajikan di tempat tersebut. Mereka akan melayani pembeli mulai pukul 07.00 hingga pukul 21.00. "Dengan hadirnya foodcourt ini akan membangkitkan perekenomian Surabaya," kata Saida.
Saida menjelaskan, ada lima pedagang yang berjualan di rooftop tersebut. Mereka berasal dari usaha kecil menengah (UKM) yang ada di Surabaya. Jajanan yang dijualnya pun kekininian. Dari makanan berat sampai makanan ringan. "Sementara ini ditempati oleh lima UKM," terangnya.
Ia pun berharap setiap pengunjung bisa memperketat penerapan protokol kesehatan (prokes) selama berada di kawasan wisata Alun-Alun Surabaya. Sebab, pihaknya telah melakukan sosialisasi melalui media sosial mengenai pembukaan tempat wisata.
“Selain itu juga terdapat Satgas Covid-19 mandiri dan voice over (VO) yang bertujuan untuk mengingatkan penerapan prokes kepada para pengunjung di lingkungan wisata Alun-Alun Surabaya,” pungkasnya. (rmt/nur) Editor : Administrator