“Ini memang harapan kami, agar masyarakat bisa menjalankan ibadah pada bulan Ramadan seperti biasa. Namun tetap berikhtiar untuk kehati-hatiannya, seperti menggunakan masker dan mencuci tangan. Menjaga keselamatan jiwa dan menjaga stabilitas negara yang diantaranya menjaga stabilitas ekonomi bukan hanya merupakan kewajiban kebangsaan dan kemasyarakatan tapi juga kewajiban agama,” ujarnya usai pemancangan papan nama pembangunan Gedung MUI Jawa Timur di sebelah selatan Masjid Al Akbar Surabaya oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kamis (17/3).
Terkait pembangunan gedung baru ini, Kiai Mutawakkil menjelaskan, gedung kantor MUI di kawasan Darmahusada Surabaya, terlalu sempit untuk organisasi yang menaungi ulama dari ormas di Jawa Timur.
“Untuk akses keluar-masuk saja melalui gang kecil dan parkirnya tidak tersedia. Sehingga, bila ada tamu-tamu harus sering-sering minta maaf karena dirasa tidak pantas dengan kebesaran masyarakat dan tokoh Islam di Jawa Timur. Alhamdulillah, setelah masalah ini kami sampaikan kepada Ibu Gubernur, langsung mendapat respon dan memberikan jalan keluarnya. Dengan dipancangkannya papan nama ini, insyaa Allah akan berdiri gedung yang benar-benar mampu memberi gambaran akan kebesaran ulama di provinsi ini,” jelas Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo ini.
Dengan rencana pembangunan bertingkat lima, selain ada ruang utama untuk pertemuan bersama dan menerima tamu-tamu, masing-masing komisi di MUI Jawa Timur akan mempunyai ruang dalam melakukan aktivitasnya. “Aktivitas MUI Jawa Timur akan sangat padat. Dan memang, Komisi Fatwa dan LPPOM MUI, menjadi komisi tersibuk karena berhadapan langsung dengan persoalan dan kebutuhan keumatan selama ini,” katanya.
Kiai Mutawakkil menegaskan, ini hari bersejarah karena momentumnya bertepatan dengan hari khusus (pertengahan Sya’ban atau Malam Nishfu Sya'ban) sebelum bulan Ramadhan. “Kita menyaksikan hari bersejarah karena Ibu Khofifah sebagai Gubernur Jawa Timur, memberi perhatian kepada para ulama akan kebutuhan umat Islam,” jelasnya.
Diharapkan gedung bangunan MUI Jawa Timur diperkirakan selesai akhir tahun 2023, di atas lahan 3.045 meter persegi, menghabiskan boats Rp5,5 Miliar. “Ini menjadi saksi dan bisa dicontoh Gubernur lainnya di Indonesia. Ibu Gubernur Jatim punya niat yang baik dan mewujudkan sebagai kebijakan untuk kepentingan umat dan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Khofifah mengungkapkan upaya membangun gedung MUI Jatim yang representatif itu merupakan ikhtiar bersama. “Jadi, kita bersama-sama menyiapkan format persiapannya. Dan kita bersama-sama memberikan support, doa para kiai menjadi sangat penting untuk bisa mewujudkan kantor ini yang memberikan manfaat lebih besar,” ungkapnya. (mus/rak) Editor : Administrator