Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Polisi Sidak Pabrik Minyak Goreng di Kawasan Rungkut Industri

Lambertus Hurek • Kamis, 17 Maret 2022 | 03:22 WIB
CEK PRODUKSI: Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan melihat stok dan produksi di salah satu pabrik minyak goreng di kawasan Rungkut, Surabaya, Rabu (16/3). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
CEK PRODUKSI: Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan melihat stok dan produksi di salah satu pabrik minyak goreng di kawasan Rungkut, Surabaya, Rabu (16/3). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Krisis minyak goreng (migor) sudah berlangsung selama empat bulan. Meski sudah sering dilakukan operasi pasar, komoditas penting itu sering langka di pasar tradisional serta modern. Jajaran kepolisian pun bergerak untuk memastikan ketersediaan stok minyak goreng di masyarakat.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan melakukan pengecekan langsung ke salah satu industri pengolahan minyak goreng di Jalan Raya Rungkut Industri, Surabaya, Rabu (16/3).

Kunjungan bersama Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Surabaya ini untuk memastikan tidak ada kendala dalam produksi minyak. Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan melihat langsung ke dalam pabrik pengolahan minyak goreng merek Filma ini.

Dalam pengecekan tersebut tidak ada kendala baik distribusi maupun pasokan bahan bakunya. Bahkan, terjadi peningkatan distribusi minyak goreng untuk tujuh provinsi.

"Tidak ada kendala baik pasokan bahan baku CPO maupun distribusi ke masyarakat," kata Yusep.

Ia mengungkapkan, industri pengolahan minyak goreng di wilayah Surabaya ada sekitar 18 unit. Pihaknya akan mengecek satu per satu pabrik agar tidak ada kendala dalam pasokan kebutuhan minyak goreng di pasaran. Bahkan, dari data yang didapat, pabrik pengolahan minyak goreng Filma mengolah 600 ton CPO per harinya.

Kapolres berharap masyarakat tidak panic buying sehingga membeli minyak goreng secara berlebihan. Sementara pasokan dari pabrik juga sudah ditingkatkan dan tergolong aman. Masyarakat juga diminta ikut mengawasi dan melaporkan jika ada penimbunan minyak goreng dalam jumlah besar.

"Laporkan ke kami. Kami juga akan pantau terus dan antisipasi agar tidak ada penimbunan," kata Yusep.

Kepala Dinkopdag Surabaya Fauzie Mustaqiem Yos menuturkan, operasi pasar terus dilakukan di berbagai kawasan. Pemkot Surabaya menggelar operasi pasar bahan pokok, khususnya minyak goreng, di tingkat kelurahan hingga rukun warga (RW).

Hasil pengecekan kemarin diketahui perusahaan migor tersebut bisa memproduksi 720 hingga 1.000 liter migor per hari. "Kami akan terus lakukan pengecekan dan operasi pasar," katanya. (gun/rek) Editor : Lambertus Hurek
#sidak pabrik minyak goreng surabaya #Kapolrestabes Surabaya sidak pabrik migor #pasokan migor surabaya #penimbunan minyak goreng