Kota Pahlawan memiliki 13 tempat pemakaman umum (TPU), satu krematorium dan 300 lebih makam yang dikelola warga.
Dengan penduduk yang mencapai hampir 3 juta orang, Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia. Setiap harinya penduduk ada yang lahir dan meninggal dunia. Untuk menyiapkan pemakaman warga, Pemkot Surabaya mempunyai TPU yang tersebar di berbagai wilayah Surabaya.
Kepala UPTD Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Eny Nurotul Khotimah mengatakan, saat ini jumlah makam yang dikelola oleh Pemkot Surabaya ada 13 TPU dan satu Krematorium yang ada di Keputih. “Makam tersebut hingga saat ini masih bisa menampung warga Surabaya," kata Eny.
Ada 13 makam yang dikelola Pemkot Surabaya yakni makam Peneleh yang merupakan makam sudah tidak aktif lagi. Sedangkan sisanya makam yang masih aktif dan tergolong lama antara lain di Kalianak, Karang Tembok, Tembok Gede, Ngagel Rejo, Kapas Krampung, Wonokusumo Kidul, Asem Jajar, Putat Gede, Kembang Kuning, Simo Kwagean.
Adapun makam yang tergolong baru yakni Keputih dan Babat Jerawat. Selain itu ada 300 lebih lahan makam yang dikelola warga.
Untuk setiap makam tidaklah gratis. Eny menjelaskan, untuk makam lama retribusinya Rp 100 ribu, sedangkan makam baru dikenakan retribusi Rp 170 ribu dan diperpanjang tiga tahun sekali. “Yang perpanjangan tiga tahun itu di Keputih dan Babat Jerawat,” jelasnya.
Tidak semua lahan makam memiliki kapasitas yang besar atau cukup untuk menampung jenazah dalam satu atau dua tahun ke depan. Makam-makam kecil di kampung-kampung rata-rata sudah kehabisan lahan. Sementara itu, makam dengan lahan yang awalnya besar masih perlu diperluas.
Rencananya pemkot akan menambah makam di kawasan Warugunung. Bahkan pemkot juga sudah mulai membangun akses masuk makam. "Pengerjaaan dimulai tahun ini. Sekarang sudah mulai perataan tanah dan juga akses masuk yang tinggal sedikit lagi rampung," ujarnya.
Rencananya makam baru Warugunung tersebut akan digunakan di tahun 2022 apabila pengerjaan sarana dan prasarana sudah rampung. Pasalnya, ketersediaan makam di TPU Babat Jerawat juga sudah mulai menipis. Namun, pihaknya juga akan memaksimalkan terlebih dahulu sisa lahan di TPU Babat Jerawat.
Sedangkan di TPU Keputih, ia menyebut masih ada space yang luas sehingga bisa dimanfaatkan untuk pemakaman warga di kawasan Surabaya Timur dan sekitarnya.
TPU Keputih misalnya, pada 2021 ada perluasan sekitar 3 hektare dari total 25 hektare lahan di tempat tersebut. Namun, saat ini kapasitasnya hampir habis. Kapasitasnya 1.000 – 1.500 makam. Sebetulnya itu terbilang jauh dari cukup. Sedangkan di TPU Babat Jerawat ini kan ada 9 hektare, tapi ya mulai menipis lahannya," pungkasnya. (rmt/nur) Editor : Lambertus Hurek