Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Omicron Sudah Melewati Masa Puncak, Ramadan dan Lebaran Bisa Normal

Lambertus Hurek • Senin, 7 Maret 2022 | 11:46 WIB
ISOLASI: Tempat isolasi pasien Covid-19 varian Omicron di RSUD dr Soetomo, Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
ISOLASI: Tempat isolasi pasien Covid-19 varian Omicron di RSUD dr Soetomo, Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
SURABAYA – Pandemi Covid-19 sudah berlangsung selama dua tahun. Virus corona varian Omicron pun masih jadi ancaman di tanah air. Namun, pakar epidemiologi Universitas Airlangga Dr Windhu Purnomo mengatakan, saat ini gelombang Omicron sudah melewati masa puncaknya. Namun, masyarakat diimbau untuk tetap menjalani vaksinasi dan menjaga protokol kesehatan.

"Gelombang Omicron sudah melewati puncaknya pada 17 Februari 2022. Jika tidak ada varian baru yang muncul, Ramadan dan Idul Fitri bisa berjalan normal," ujar Windhu Purnomo di Surabaya, Minggu (6/3).

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga ini menambahkan, vaksinasi yang terus digencarkan juga menjadi pendorong agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali seperti semula. Karena itu, ia juga menekankan pentingnya vaksinasi.

"Meski virus terus bermutasi menjadi varian baru, asalkan masyarakat sudah mendapatkan vaksinasi, maka gejala yang dirasakan cenderung ringan," katanya.

Lebih lanjut Windhu menambahkan, vaksinasi juga berpengaruh untuk menurunkan tingkat fatalitas akibat Covid-19. Sebab, vaksinasi membuat tubuh manusia lebih tahan terhadap virus. "Artinya, kalau tertular tidak apa-apa asalkan tidak jatuh sakit dengan gejala berat apalagi sampai meninggal," tuturnya.

Menurut dia, saat ini tingkat vaksinasi di Jawa Timur terus membaik. Yakni 70 persen masyarakat sudah mendapatkan vaksinasi dosis kedua. "Terlebih lagi Surabaya yang hampir 100 persen warganya sudah mendapatkan vaksinasi dosis kedua," katanya.

Sementara itu, berdasarkan data Satgas Covid-19 Jatim kemarin, sebanyak 28.779.384 atau 90,43 persen masyarakat sudah vaksin dosis satu. Kemudian 77,71 persen atau 22.821.557 sudah vaksin dosis dua. Sedangkan vaksin dosis tiga baru mencapai 1.804.000.

Data itu juga menyebutkan, angka kematian 57 persen di Jawa Timur karena pasien belum divaksin. Kemudian 80 persen karena komorbid serta 62 persen lansia. (musrek) Editor : Lambertus Hurek
#windhu purnomo epidemilog unair #prokes ramadan saat pandemi #pandemi covid jadi endemi #puncak omicron di jatim #vaksinasi cegah omicron