Sejak pagi, para tamu dan relasi tampak datang silih berganti ke kantor Radar Surabaya di Jalan Kembang Jepun 167 Surabaya. Suasana pun terasa hangat dan bersahabat. Di depan pintu masuk, para tamu lebih dahulu memindai barcode aplikasi PeduliLindungi sesuai asesmen Satgas Covid-19 Pemkot Surabaya.
Dalam kegiatan tersebut, Radar Surabaya memberikan penghargaan kepada sejumlah stake holder di Jawa Timur. Yakni, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua DPRD Jatim Kusnadi, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurchahyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Kapolrestabes Surabaya Kombespol Akhmad Yusep Gunawan, dan Kapolres elabuhan Tanjung Perak AKBP Anton Elfrino Trisanto.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada Universitas Terbuka Surabaya, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa trimur Tbk (Bank Jatim), PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali, Bank Nasional Indonesia Kanwil 06 Surabaya, RS Adi Husada Undaan Wetan, dan Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus.
Direktur Radar Surabaya Lilik Widyantoro mengatakan, sudah dua tahun Radar Surabaya tidak menggelar perayaan ulang tahun surat kabar di bawah naungan Jawa Pos Group itu. Menurut dia, perayaan HUT ke-21 Radar Surabaya ini digelar setelah mendapatkan asesmen dari Satgas Covid-19 Kota Surabaya. “Jadi, kegiatan ini sudah melalui protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.
Lilik mengatakan, keberadaan Radar Surabaya hingga saat ini sekaligus mematahkan opini publik yang menyebut bahwa koran cetak berada pada sunset bisnis. Di tengah pandemi yang berkepanjangan, koran cetak masih bisa eksis.
“Meskipun gempuran media online sangat luar biasa. Untuk mengimbangi itu, kami juga memiliki radarsurabaya.id, radarsidoarjo.id, dan radargresik.id. Kami berharap ini bisa berjalan bersama dengan lancar,” katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak yang hadir mengatakan, Radar Surabaya pada usia ke-21 ini sudah menjadi bagian perjalanan masyarakat di Kota Surabaya, yang merupakan kota terbesar kedua di Indonesia. Emil juga mengapresiasi Radar Surabaya yang mampu menahan terpaan gelombang disrupsi yang terjadi pada industri media saat ini.
“Kami yakin bahwa kegigihan para jurnalis dan kejelian para editor untuk mengabarkan yang ada pada sekitar kita ini adalah bagian dari ekosistem yang sangat baik untuk membangun peradaban yang ada di Indonesia. Surabaya sebagai barometer daerah lain di Indonesia. Sehingga, Radar Surabaya menjadi rujukan yang sangat penting. Kami (pemerintah) mendapat banyak referensi dari apa pemberitaan Radar Surabaya,” tuturnya. (mus/rek) Editor : Lambertus Hurek