BPBD memberikan bantuan terpal sebagai pelindung sementara. "Ada sekitar 12 rumah, tapi setelah masuk laporan lagi jadi sekitar 25 rumah yang rusak," kata Ridwan Mubarun di Surabaya, Selasa (22/2).
Ia menjelaskan, rata-rata rumah yang rusak itu berupa atap runtuh atap terbang, roboh hingga kaca pecah. Bahkan, ada juga rumah yang tertimpa tower di kawasan Bangkingan. Nantinya rumah yang rusak akan diperbaiki oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya. "Karena masuk dalam rutilahu (rumah tidak layak huni, Red) bencana," jelasnya.
Selain bantuan penangan sementara, pemkot juga memberikan permakanan selama tujuh hari. Seperti sembako hingga kebutuhan pokok lainnya. "Mudah-mudahan bisa meringankan beban warga yang terdampak bencana,” katanya.
Sementara itu, Kabid Perumahan dan Kawasan Permukiman DPRKPP Surabaya Lasidi mengatakan, perbaikan rutilahu karena bencana alam diusulkan oleh masing-masing kelurahan. Selain itu, nantinya ada verifikasi data rumah yang tertimpa bencana untuk dilakukan renovasi. "Segera kami cek di lapangan untuk diperbaiki," ujarnya.
Selain rumah, banyak pula pohon-pohon yang tumbang akibat hujan lebat tersebut. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, penyebab terjadinya pohon tumbang adalah hujan deras yang disertai angin kencang di beberapa kawasan.
“Ada 118 pohon yang tumbang. Paling banyak di wilayah Surabaya Timur, Selatan, dan Barat. Kami sedang membersihkan patahan pohon-pohon tersebut,” ujar Hebi. (rmt/rek) Editor : Lambertus Hurek