Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Angin Kencang, Pohon Tumbang dan Hujan Es Terjadi di Wiyung

Lambertus Hurek • Selasa, 22 Februari 2022 | 13:55 WIB
RINGSEK: Salah satu tiang PJU tumbang menghantam angkot di kawasan Wonokromo, Surabaya. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)
RINGSEK: Salah satu tiang PJU tumbang menghantam angkot di kawasan Wonokromo, Surabaya. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Fenomena alam berupa hujan es bersamaan dengan hujan deras disertai angin kencang terjadi di sejumlah wilayah di Surabaya, Senin (21/2) sore. Hujan es berlangsung cukup lama sekitar 15 menit.

Banyak butiran es berjatuhan. Es menumpuk di halaman warga, bahkan ada yang dikumpulkan warga sekitar. "Iya, benar, ada hujan es di kampung saya," kata Kusnan Hadi, warga Karangan, Babatan, Wiyung, Surabaya.

Kusnan menceritakan, pada awalnya hujan deras disertai angin kencang terjadi di wilayah Karangan, Wiyung. Namun, beberapa saat kemudian terdengar suara keras dari atap rumah. "Setelah saya keluar ternyata hujan es. Batu es itu berserakan di depan rumah," ujarnya.

Menurut Kusnan, akibat fenomena hujan es tersebut, sejumlah atap rumah di kampung Karangan mengalami kerusakan atau jebol. "Saya dilapori tetangga saya, katanya atap rumahnya jebol," katanya.

Hal sama dikatakan warga Surabaya lainnya, Samuel. Ia menyaksikan hujan es di kawasan Jalan Arjuno. "Sewaktu saya di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Jalan Arjuno juga terjadi hujan es. Semoga tidak terjadi apa-apa. Ini fenomena, baru pertama kali di Surabaya," katanya.

Salah satu warga yang mengalami fenomena unik tersebut adalah Sri Kotiah, 24. Sri yang sedang bekerja di daerah Tandes mengatakan, hujan saat itu awalnya tidak terlalu deras. Kemudian deras dan disertai angin kencang. ”Saya dengar bunyi pletak-pletak di atap. Ternyata hujan es. Ukurannya sekitar 1–2 sentimeter,” tutur Sri.

Hujan es itu berlangsung selama kurang lebih 30 menit. Angin kencang juga menyertai es yang turun. ”Tapi nggak sampai banjir. Esnya bersih nggak kotor,” kata Sri.

Hal serupa diungkapkan Gita Ayudevi, 23. Dia mengatakan, di tempat tinggalnya, Wiyung, hujan es diawali dengan angin kencang sampai pot bunga jatuh. “Sebelumnya hujan deras. Terus kata teman-teman es (yang jatuh), bukan air. Pantesan dingin,” tutur Gita.

Kasi Data dan Informasi BMKG Klas I Juanda Teguh Tri Susanto mengatakan, hujan es dalam ilmu meteorologi juga disebut dengan hail. Terdiri dari presipitasi bola-bola es. Penyebab hujan es adalah awan Cumulonimbus (Cb). "Puncak awan Cb dapat menghasilkan butiran es," ujarnya.

Penyebab lain adalah ketika aliran udara ke bawah dari awan Cb cukup tinggi didukung suhu permukaan atau daratan cukup dingin. "Maka, hujan dari awan Cb jatuh dalam bentuk butiran es," ujarnya.

Tidak hanya itu. Hujan deras disertai angin kencang juga mengakibatkan pohon tumbang di mana-mana. BPBD Surabaya mencatat sedikitnya 13 titik pohon tumbang di berbagai kawasan. Di antaranya, di Jalan Kendangsari, Taman Jayengrono, Mulyosari, Ngagel, Dharmahusada Indah, Raya Jemursari, Raya Nginden, Wonokromo, Arif Rahman Hakim, Klampis Ngasem, Karang Menjangan, dan Panjang Jiwo. Bahkan, tiang penerangan jalan umum (PJU) di kawasan Wonokromo juga roboh menimpa angkot dan mobil pribadi.

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya Ridwan Mubarun mengatakan, hujan deras disertai angin kencang di sejumlah wilayah Kota Surabaya. “Sedikitnya 60 pohon di Surabaya tumbang, satu PJU roboh di Wonokromo, dan satu tower di kawasan Bangkingan. Kalau hujan es infonya di Wiyung," ujarnya. (rmt/rak) Editor : Lambertus Hurek
#puncak musim hujan Jatim #hujan es di Surabaya #pohon tumbang di Surabaya #BMKG soal hujan es