Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gejala Ini Umum Dialami Penderita Omicron, Pakar Anjurkan Isoman

Administrator • Rabu, 16 Februari 2022 | 19:49 WIB
Ilustrasi isoman. (RADAR BOGOR)
Ilustrasi isoman. (RADAR BOGOR)
SURABAYA - Pasien Covid-19 yang terpapar varian Omicron rata-rata tidak bergejala atau gejala ringan. Pakar pun menganjurkan untuk segera isolasi mandiri (Isoman). Lalu, berapa hari pasien Covid-19 harus isoman?

“Aturan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) 10 hari isomannya, dengan catatan jika tanpa gejala atau gejala ringan,” kata dokter spesialis paru RS Universitas Airlangga (RSUA) dr Alfian Nur Rosyid Sp P(K) FAPSR FCCP, Selasa (15/2).

Selama isoman, dr Alfian menyarankan agar pasien Covid-19 tidak pergi ke mana-mana. Kamar mandi/toilet pun harus terpisah jika isoman di rumah. “Kalau bisa pisah dari keluarga sementara, tapi kalau nggak memungkinkan isolasi terpusat ya tinggal di kamar terpisah, ventilasi terbuka agar udara bisa masuk. Konsumsi multivitamin, vitamin C, D, E ada zink, B komplek,” ujar dr Alfian.

Dia mengatakan bahwa pasien Covid-19 yang terpapar Omicron memang lebih cepat sembuh. Gejalanya bisa membaik dalam waktu lebih cepat, yakni sekitar 3-5 hari. “Lebih cepat dan lebih ringan dibandingkan varian Delta. Faktornya banyak. Lalu, sebagian masyarakat juga sudah vaksin, jadi lebih kebal untuk melawan virusnya,” jelas dr Alfian.

Menurut dia, gejala berat jarang ditemui pada pasien yang terpapar Omicron. Kecuali jika pasien tersebut memiliki penyakit bawaan/komorbid yang memperberat. Gejalanya juga diakui tidak seberat varian Delta yang sampai menyebabkan sesak napas.

“Paling berat mungkin salah satunya nyeri telan, ndak enak makan, lemes, badan capek, sakit kepala, dan vertigo. Jadi, mirip dengan influenza, tapi lebih berat,” pungkas dr Alfian. (mus/ant/rak) Editor : Administrator
#dr Alfan Alfian #Anjurkan Isoman #Pakar Unair #Gejala Penderita Omicron