Selain itu, korban juga kehilangan tas berisi sebuah telepon seluler (HP) dan uang tunai Rp 300 ribu. Salah satu warga Dwi Kurniawan, mengatakan, perampasan terjadi Jumat (11/2) sekitar pukul 16.15. Saat itu dia melintas di Jalan Boulevard Famili Utara, Babatan, Surabaya. Tiba-tiba di tengah jalan ia melihat seorang ibu-ibu sudah terjatuh meringis kesakitan dan memegangi tangannya di pinggir jalan.
"Korban berkata dijambret tasnya berisi HP sama uang sekitar Rp 300 ribu," ujarnya, Selasa (15/2).
Selain kehilangan tas, korban mengalami luka di area mulut, tangan kanan terkilir sampai bengkak. "Korban lecet-lecet juga area kaki. Dia pembantu rumah tangga di Dian Istana," ucapnya.
Kanit Reskrim Polsek Wiyung Iptu Agus Tri Subagjo saat diminta konfirmasi mengatakan, tidak ada laporan korban dugaan perampasan. " Mungkin ikut Dukuh Pakis," katanya.
Kanit Reskrim Polsek Dukuh Pakis Ipda Aman Hesta juga menyebut juga tidak ada laporan. Menurut dia, korban sengaja tidak melapor. (rus/rek) Editor : Lambertus Hurek