Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kasus Aktif Naik, Tambah Nakes di Isoter Asrama Haji Sukolilo

Lambertus Hurek • Senin, 14 Februari 2022 | 12:48 WIB
Ruang IGD di Asrama Haji Sukolio, Surabaya, dilengkapi stok okisgen yang cukup untuk pasien covid. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
Ruang IGD di Asrama Haji Sukolio, Surabaya, dilengkapi stok okisgen yang cukup untuk pasien covid. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
SURABAYA - Total kasus aktif Covid-19 di Kota Surabaya kemarin sebanyak 3.573 pasien. Penambahan kasus aktif mencapai 1.801 jiwa. Karena itu, Pemkot Surabaya menyiapkan tempat isolasi terpusat (isoter) di Asrama Haji Sukolilo. Pemkot juga menyediakan hotel bagi warga yang mampu membayar.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina mengatakan, pihaknya menambah petugas kesehatan, fasilitas, dan perlengkapan tempat isoter. Juga tempat perawatan pasien terkonfirmasi Covid-19 baik tanpa gejala maupun yang bergejala ringan.

"Agar pasien merasa senang dan nyaman. Ini dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan pasien cepat sembuh,” kata Nanik Sukristina, Minggu (13/2).

Ia mencontohkan, tenaga medis di asrama haji yang berjaga 24 jam dibagi menjadi tiga sif setiap harinya. Jumlah dokter yang standby tujuh orang (dokter umum dan spesialis). “Swab di asrama haji juga dilakukan setiap hari,” ujarnya.

Sesuai dengan arahan Wali Kota Eri Cahyadi, menurut Nanik, pihaknya melakukan pendekatan persuasif kepada warga yang terpapar Covid-19. Petugas memberikan edukasi dan pengarahan kepada warga yang terkonfirmasi positif. “Kami juga memberikan pemantauan intensif kepada pasien selama dalam perawatan sampai sembuh,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun, Minggu (13/2), pasien yang menjalani isoter di Asrama Haji Sukolilo ada 363 orang. Yang menempati Gedung Shofa sebanyak 97 orang dan Zam-Zam 266 orang. Sedangkan tingkat kesembuhan harian sekitar 40-50 persen.

“Untuk meningkatkan imunitas, kami mengadakan senam bersama, olah napas, konsultasi psikologis, dan pemberian pengobatan dan vitamin sesuai keluhan, serta makanan bergizi. Di dalam kamar difasilitasi televisi dan WiFi,” ungkapnya.

Pemkot Surabaya juga membuka hotel berbayar untuk pasien isoter. Plt Kepala Dinas BPBD Kota Surabaya Ridwan Mubarun mengatakan, saat ini sudah ada dua hotel yang digunakan untuk pasien isoter. “Tapi satu hotel belum digunakan. Sedangkan satu hotel sudah ada 53 pasien," ungkap Ridwan.

Saat menjalani isoter di hotel berbayar, pasien mendapatkan penanganan khusus dari dokter. Termasuk swab PCR setiap hari. "Alhamdulillah, banyak yang sudah pulang karena sembuh," jelasnya. (rmt/rek) Editor : Lambertus Hurek
#nakes isoter surabaya #Sukolilo #isoter di hotel surabaya #isoter asrama haji #RS Lapangan Tembak Surabaya #kasus aktif covid surabaya