Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pihaknya tak ingin melihat penumpukan kasus Covid-19 di Surabaya seperti tahun lalu. Sehingga, pemkot memperpanjang pelayanan di puskesmas selama 24 jam nonstop. Agar pasien di tingkat kelurahan dan kecamatan bisa cepat teratasi setelah dinyatakan positif Covid-19.
“Setelah dinyatakan positif bisa langsung dibawa ke isoter Asrama Haji Sukolilo atau RS Lapangan Tembak untuk dirawat,” kata Cak Eri, Selasa (8/2).
Pemkot juga kembali menggerakan swab hunter, swab massal, testing, tracing dan treatment (3T) secara masif. Dengan begitu, bisa diketahui klaster-klaster penyebaran virus corona. Minimal tracing atau penelusuran itu 1:20. “Jangan sampai menjadi bom waktu seperti varian Delta tahun 2021,” katanya.
Cak Eri juga meminta warga Surabaya yang terkonfirmasi positif Covid-19 agar segera melapor ke puskesmas terdekat atau datang ke isoter yang disediakan Pemkot Surabaya. Kalau yang sudah parah dan menengah bisa langsung ke rumah sakit.
“Masalahnya, itu bisa menambah kapasitas bed di rumah sakit. Yang kedua, kasihan dengan pasien lainnya yang benar-benar butuh pelayanan serius," katanya.
Terkait kekuatan tenaga kesehatan (nakes) di Surabaya, Cak Eri memastikan aman dan tercukupi untuk menangani pasien Covid-19. "Insya Allah, nakes kita aman. Memang sebagian ada yang kami kerahkan untuk vaksinasi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala UPT Asrama Haji Sukolilo Sugianto mengatakan, saat ini Gedung Zam-Zam dan Shofa sudah dipenuhi pasien. Pasien covid di Gedung Shofa sebanyak 21 orang dan Zam-Zam sebanyak 213 orang. Sehingga total pasien 234 orang, Selasa (8/2). Di tempat isoter itu ada dokter spesialis yang mengontrol pasien di masing-masing kamar.
"Sekarang sudah ada dokter spesialis yang berjaga 24 jam. Ini yang penting. Untuk mengetahui kondisi pasien," paparnya. (rmt/rek) Editor : Lambertus Hurek